Polsek Tampan Pekanbaru sukses tangkap 5 bandit curanmor lintas kabupaten

Ilustrasi | Beritariau.com 2015
Beritariau.com, Pekanbaru - Tim Opsnal Polsek Tampan berhasil menciduk 5 orang kawanan pencurian sepeda motor (Curanmor) yang malang melintang di sejumlah kabupaten di Riau. Kawanan ini ternyata didalangi oleh bekas anggota Polri yang dipecat yang pernah bertugas di Mapolresta Pekanbaru pada tahun 2006.
Menurut Kapolsek Tampan Kompol Ari Setiawan, didampingi Kanit Reskrim Iptu Herman Pelani, pihaknya dari kawanan ini menyita 10 unit kendaraan roda dua hasil curian sebagai barang bukti.
"Kelima tersangka diamankan dari beberapa lokasi di Pekanbaru. Identitas mereka adalah Iwan, Dedi, Ibud, Suhendri dan Santoso. Dari Iwan, disita tiga unit Ranmor, lalu dikembangkan dan menangkap Dedi serta Ibud. Berikutnya Suhendri dan terakhir Santoso dengan barang bukti 6 unit Ranmor," ujarnya.
Menurut Kapolsek, tersangka Suhendri merupakan residivis kasus yang sama. Di kakinya ada bekas tembakan karena dulu pernah ditangkap dan berusaha melarikan diri.
"Dia inilah otak dari lima kawanan mereka. Dia juga mantan anggota polisi yang sudah di PDTH (pemecatan dengan tidak hormat) tahun 2006 lalu," tegas Kompol Ari, Selasa (16/6) malam.
Menurut Ari, kawanan ini telah puluhan kali beraksi. Mayoritas di wilayah hukum Polsek Bukit Raya. Dalam aksinya, kawanan ini mencuri sepeda motor memakan kunci T. Hasil curian dijual ke Kabupaten Kampar dan Siak.
Sementara itu, Herman Pelani menambahkan, tersangka Suhendri juga pernah terlibat kasus pencurian disertai pemberatan (Curat). "Dia juga pernah terlibat kasus perampasan dengan korban anak-anak di Jalan Serayu," jelas Kanit.
Setelah meringkus kelimanya, Polsek Tampan kini tengah mengejar pelaku lainnya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).
"Salahsatunya berinisial UC. Dia juga pemeran utama dalam kawanan ini. Kuat dugaan mereka adalah spesialis curanmor antar kabupaten," beber Herman.
Dari 10 unit motor yang disita, petugas sudah mengidentifikasi pemiliknya. Sedangkan enam lainnya, masih di cek nomor rangka serta nomor mesinnya. "Kita duga masih ada kendaraan lainnya. Kita masih kumpulkan semua, sesuai keterangan para tersangka," jawabnya.
Adapun Ranmor yang disita adalah Yamaha Vixion putih, Mio warna Hijau, Mocin merek Juve, Vixion hitam, Honda Beat hitam, Honda Blade hitam orange, Honda Beat putih, tiga unti Honda Beat hitam dan Honda Scoopy merah
Menurut Herman, kawanan ini diduga adalah pelaku Curanmor spesialis Ranmor sport, matic dan bebek. "Mereka cukup licin dan mahir melarikan diri. Rata-rata motor itu dijual kepada penadah seharga Rp2 juta," tukasnya. [Pan]

