Tiru Konsep Tanah Abang Jakarta
Tahun 2018, Ramayana Sudirman Pekanbaru disulap jadi Sukaramai Trade Centre (STC)
MEDIASI - Pengelola PT MPP dan Perwakilan Pemko Pekanbaru, melakukan mediasi dengan pedagang pasar Sukaramai terkait proses pembangunan gedung | Istimewa
Beritariau.com Pekanbaru - Setelah sempat menemui ketidakjelasan terkait proses penyelesaian renovasi plaza Ramayana (pasar sukaramai Sudirman,red) Pekanbaru. Kabar pembangunan pusat perbelanjaan rakyat itu akhirnya menemui titik terang.
Pasar Sukaramai ditargetkan pada tahun 2018 mendatang akan tuntas beroperasi menjadi pusat perbelanjaan murah dan berkualitas. Renovasi itu juga akan menyulap nama yang sebelumnya dikenal dengan Ramayana Sudirman berganti menjadi Sukaramai Trade Centre (STC).
Hal itu disampaikan Kepala Cabang PT Makmur Papan Permata (MPP), Suriyanto kepada wartawan, Jum'at (05/05/17). Disebutkannya, konsep STC nanti, akan meniru konsep tanah abang yang ada di Jakarta. Dimana, STC kedepan dikenal menjual grosiran dalam partai besar yang diperuntukkan bagi pedagang.
"Jadi dibuat semacam tanah abangnya Sumatera lah. Sehingga tidak ada batasan bagi para konsumen yang datang. Meski konsep bangunan yang diusung menyerupai Mall, tetap tidak akan merubah citra STC yang selama ini merupakan pasar tradisional," kata Supriyanto, dikutip kominfo Pekanbaru.
Belajar dari yang terdahulu tentang sistem pengamanan, pihaknya akan menerapkan sistem keamanan bangunan dengan teknologi modern, seperti sprinkler yang mendeteksi suhu panas untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.
"Apabila dalam ambang batas suhu tertentu maka alat tersebut akan mengeluarkan cairan pemadam api dengan ditambah Ground Water Tank dengan luas mencapai 500 meter kubik atau setara 250 truk damkar," ungkapnya.
Sebelumnya, kelanjutan pembangunan pasar sukaramai ini, juga telah dimediasi oleh Asisten II Pemko Pekanbaru, Dedi Gusriadi, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Kota Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut dan perwakilan pedagang pada Kamis (04/05/17) malam kemarin. [red]

