Kabut Asap Memburuk, Bupati Kampar Sederhanakan Pembukaan MTQ, Pawai Ditiadakan

Beritariau.com, BANGKINANG – Dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memaksa Pemerintah Kabupaten Kampar menyesuaikan persiapan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kabupaten Kampar di Kecamatan Gunung Sahilan. Demi mengantisipasi risiko kesehatan, seremoni pembukaan yang dijadwalkan Minggu (11/10/2026) akan disederhanakan dan pawai tahunan ditiadakan.
Keputusan tersebut dibahas dalam rapat evaluasi dampak kabut asap yang dipimpin Bupati Kampar Ahmad Yuzar di ruang rapat lantai II Kantor Bupati Kampar, Jumat (9/10/2026).
Rapat digelar menyusul kondisi udara yang kurang sehat akibat paparan asap karhutla. Pemerintah daerah menilai aspek kesehatan dan keselamatan peserta maupun masyarakat harus menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan agenda keagamaan tersebut.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Kampar Ardi Mardiansyah, Asisten I Setda Kampar Tengku Said Hidayat, Asisten III Setda Kampar Al Kautsar, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
OPD yang dilibatkan meliputi Dinas Kesehatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga, serta Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kampar.
Dalam rapat tersebut, pemerintah memutuskan untuk mengurangi kegiatan seremonial pembukaan MTQ, termasuk meniadakan pawai yang selama ini menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan tahunan tersebut.
Langkah itu diambil sebagai upaya mengurangi paparan kabut asap terhadap peserta, undangan, dan masyarakat yang menghadiri acara di Kecamatan Gunung Sahilan.
Selain penyederhanaan seremoni, seluruh peserta, undangan, dan pengunjung juga diwajibkan menggunakan masker selama kegiatan berlangsung. Panitia diminta menyiapkan pembagian masker untuk masyarakat yang hadir.
Bupati Kampar Ahmad Yuzar menegaskan, seluruh persiapan harus disesuaikan dengan kondisi kualitas udara saat ini. Ia juga meminta agar kesiapan tenaga kesehatan dan sarana penanganan darurat ditingkatkan.
"Maksimalkan persiapan dan sesuaikan dengan kondisi lingkungan dan udara pada saat ini. Lipat gandakan tim kesehatan beserta kelengkapan medis seperti tabung oksigen beserta obat-obatan, keamanan dan personel BPBD serta Damkar," tegas Ahmad Yuzar.
Ia turut menginstruksikan agar pembagian masker dilakukan kepada pengunjung dan masyarakat untuk membantu mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat paparan asap.
"Pada saat kegiatan adakan pembagian masker pada pengunjung atau masyarakat, hal ini bertujuan untuk menghindari terjadinya penyakit efek dari kabut asap ini," lanjutnya.
Penguatan layanan kesehatan, kesiapan petugas keamanan, serta dukungan personel BPBD dan Damkar menjadi bagian dari langkah antisipasi selama pelaksanaan MTQ.
Pemkab Kampar berharap kegiatan keagamaan tersebut tetap dapat berjalan dengan baik tanpa mengabaikan keselamatan masyarakat. Penyesuaian agenda ini sekaligus menjadi bentuk kewaspadaan pemerintah daerah terhadap dampak kabut asap yang masih mengancam kesehatan warga.
Pembukaan MTQ tingkat Kabupaten Kampar dijadwalkan berlangsung pada Minggu (11/10/2026) di Kecamatan Gunung Sahilan, dengan pelaksanaan seremoni yang lebih sederhana dan penerapan langkah pencegahan paparan asap bagi seluruh pihak yang hadir. (*)

