KPA Bengkalis Gencarkan Edukasi HIV/AIDS ke Sekolah, 35 Kasus Baru Tercatat hingga Juni 2026

KPA Bengkalis Gencarkan Edukasi HIV/AIDS ke Sekolah, 35 Kasus Baru Tercatat hingga Juni 2026

Beritariau.com, BENGKALIS – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Bengkalis menggencarkan edukasi mengenai HIV/AIDS ke sejumlah sekolah tingkat SMA sederajat. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan pemahaman generasi muda tentang penularan, pencegahan, sekaligus pentingnya menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.

Edukasi tersebut menjadi perhatian serius menyusul ditemukannya pasien HIV pada usia sekolah di Kabupaten Bengkalis. Kondisi ini mendorong KPA memperluas penyampaian informasi yang benar agar para pelajar memahami risiko penularan serta pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

Sekretaris Eksekutif KPA Kabupaten Bengkalis, Hj. Rita Puspa, turun langsung menyampaikan materi dalam kegiatan roadshow ke sekolah-sekolah tersebut.

Dalam pemaparannya, Rita menekankan pentingnya membekali pelajar dengan pengetahuan yang tepat mengenai HIV/AIDS. Pemahaman yang benar diharapkan dapat mencegah kesalahpahaman, membangun kepedulian, serta menghindarkan orang dengan HIV dari perlakuan diskriminatif.

Menurutnya, edukasi di lingkungan sekolah menjadi salah satu langkah penting untuk memperkuat upaya pencegahan HIV/AIDS, terutama ketika kasus baru juga ditemukan pada kelompok usia sekolah.

Rita mengungkapkan, berdasarkan data periode Januari hingga Juni 2026, terdapat 35 kasus HIV baru yang tercatat di Kabupaten Bengkalis. Dari jumlah tersebut, 91 persen kasus didominasi laki-laki, sementara 13 kasus di antaranya berkaitan dengan faktor risiko LSL atau lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki.

Data tersebut menjadi salah satu perhatian KPA dalam memperkuat edukasi dan memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat, termasuk kalangan pelajar.

Melalui kegiatan ini, KPA Bengkalis berharap para siswa tidak hanya memahami HIV/AIDS dari sisi kesehatan, tetapi juga mampu menyikapinya dengan bijak, menghindari informasi keliru, dan tidak memberikan stigma kepada orang yang hidup dengan HIV.

Para pelajar juga diharapkan dapat menjadi penyampai informasi yang benar di lingkungan pergaulan, keluarga, dan masyarakat. Dengan demikian, sekolah dapat menjadi ruang penting untuk membangun kesadaran bersama dalam mencegah penularan HIV/AIDS.

KPA Bengkalis menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat merupakan bagian penting dari upaya penanggulangan HIV/AIDS di daerah, yang membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, sekolah, keluarga, hingga generasi muda. (*)