Bupati Afni Buka Suara soal MTQ Siak 2025 yang Digelar Semi Terbuka

Bupati Afni Buka Suara soal MTQ Siak 2025 yang Digelar Semi Terbuka

Beritariau.com, SIAK – Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengungkapkan alasan Pemerintah Kabupaten Siak melaksanakan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) pada 2025 dengan konsep semi terbuka. Kebijakan tersebut diambil karena keterbatasan anggaran serta sempitnya waktu untuk mempersiapkan qari dan qariah terbaik menghadapi MTQ tingkat Provinsi Riau 2026.

Afni menegaskan, MTQ tetap dilaksanakan meskipun format penyelenggaraannya disesuaikan dengan kondisi daerah. Pembinaan generasi Qur’ani, menurutnya, harus terus berjalan agar Kabupaten Siak tetap memiliki peserta berprestasi yang mampu bersaing di tingkat lebih tinggi.

Penjelasan itu disampaikan Afni saat membuka MTQ ke-XVI tingkat Kecamatan Mempura di Kampung Paluh, Kecamatan Mempura, Senin (19/10/2026).

“MTQ pada tahun 2025 lalu bukan tidak dilaksanakan, tetapi Pemda Siak melaksanakannya secara semi terbuka karena keterbatasan anggaran dan mepetnya waktu untuk mempersiapkan qari dan qariah terbaik Kabupaten Siak mengikuti MTQ tingkat Provinsi Riau di Kabupaten Kuantan Singingi pada Juni dan Juli 2026 lalu,” kata Afni.

Ia menekankan, penyelenggaraan MTQ di tingkat kampung, kecamatan, hingga kabupaten memiliki peran penting dalam menjaga tradisi keagamaan sekaligus melahirkan generasi yang mampu membaca dan memahami Al-Qur’an.

Bagi Afni, MTQ bukan sekadar agenda perlombaan, melainkan bagian dari proses pembinaan yang perlu dipertahankan secara berkelanjutan. Ia bahkan mengaitkan komitmen tersebut dengan pengalamannya ketika menjadi peserta MTQ selama tiga tahun berturut-turut pada cabang Syarhil Qur’an.

“Tidak mungkin rasanya pelaksanaan MTQ tidak dilaksanakan pada kepemimpinan kami,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Afni juga memberikan apresiasi kepada Afif Muhammad Thoifur, peserta asal Kecamatan Mempura yang berhasil meraih peringkat kedua nasional pada cabang Tilawah Golongan Tartil dalam MTQ Nasional XXXI 2026 di Semarang.

Prestasi tersebut diharapkan menjadi penyemangat bagi generasi muda Siak untuk terus mengasah kemampuan membaca Al-Qur’an dan berani berkompetisi hingga tingkat nasional.

Menurut Afni, keberhasilan peserta seperti Afif menunjukkan pentingnya pembinaan yang berkesinambungan. Karena itu, kegiatan MTQ di berbagai tingkatan diharapkan menjadi wadah untuk menjaring sekaligus mengembangkan potensi qari dan qariah daerah.

Sementara itu, Penghulu Kampung Paluh sekaligus panitia pelaksana, Suprayitno, menyampaikan bahwa MTQ ke-XVI tingkat Kecamatan Mempura diikuti 95 peserta dan berlangsung selama tiga hari, mulai 19 hingga 21 Oktober 2026.

Perlombaan meliputi cabang Tilawah Al-Qur’an golongan tartil, anak-anak, remaja, dan dewasa, serta cabang Syarhil Qur’an.

Pada cabang tilawah, golongan tartil diikuti 15 peserta, golongan anak-anak 14 peserta, golongan remaja 15 peserta, dan golongan dewasa 13 peserta. Sementara itu, cabang Syarhil Qur’an diikuti 13 tim dengan jumlah keseluruhan 39 peserta.

MTQ ke-XVI tingkat Kecamatan Mempura tahun ini mengusung tema “Melalui MTQ ke-XVI Tingkat Kecamatan Mempura Tahun 2026, Wujudkan Generasi Qur’ani Menuju Siak Hebat, Bermartabat, dan Berkarakter Budaya Melayu”.

Pemerintah Kabupaten Siak berharap pelaksanaan MTQ secara berjenjang dapat menjaga keberlanjutan pembinaan generasi Qur’ani, memperkuat kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta mendorong lahirnya lebih banyak peserta berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah. (*)