Sekda Bengkalis Tekankan Persiapan MTQ ke-51 di Bantan, Meski Fiskal Daerah Terbatas

Beritariau.com, BENGKALIS – Pemerintah Kabupaten Bengkalis mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-51 tingkat Kabupaten Bengkalis Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Kecamatan Bantan mulai 14 November mendatang.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bengkalis, dr. Ersan Saputra TH, menegaskan pentingnya persiapan yang matang dan sinergi seluruh pihak agar perhelatan keagamaan tersebut berjalan lancar, tertib, dan sukses, meskipun pemerintah daerah tengah menghadapi keterbatasan fiskal.
Penegasan itu disampaikan Ersan saat memimpin Rapat Pemantapan dan Kesiapan Tuan Rumah MTQ ke-51 tingkat Kabupaten Bengkalis di Ruang Rapat Hang Tuah Lantai II Kantor Bupati Bengkalis, Rabu, 21 Oktober 2026. Rapat tersebut turut didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, H. Aready, serta Camat Bantan, Aulia Fikri.
“Sebagaimana arahan pimpinan kita, agar pelaksanaan MTQ ke-51 tingkat Kabupaten Bengkalis ini benar-benar disiapkan secara baik sehingga dapat terlaksana dengan baik, meskipun kita saat ini dihadapkan dengan kondisi fiskalnya kurang baik,” ujar Ersan.
Rapat tersebut menjadi forum koordinasi sekaligus evaluasi terhadap kesiapan Kecamatan Bantan sebagai tuan rumah. Berbagai aspek teknis dan administratif dibahas untuk memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana sesuai rencana.
Ersan meminta seluruh unsur yang terlibat meningkatkan kesiapan, menuntaskan kebutuhan teknis yang masih diperlukan, serta mengantisipasi berbagai kendala sebelum pelaksanaan MTQ dimulai.
Menurutnya, MTQ bukan sekadar perlombaan untuk mengukur kemampuan peserta dalam membaca dan memahami Al-Qur’an. Lebih dari itu, kegiatan tersebut memiliki peran penting dalam memperkuat syiar Islam, menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta mempererat ukhuwah Islamiyah.
“MTQ ke-51 tingkat Kabupaten Bengkalis tidak hanya menjadi ajang perlombaan untuk mengukur kemampuan para peserta dalam membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, serta mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah kehidupan bermasyarakat. Untuk itu, mari sama-sama kita laksanakan dengan sebaik mungkin, sehingga momen ini benar-benar mendatangkan banyak manfaat,” jelasnya.
Sekda juga mengajak seluruh elemen masyarakat berpartisipasi mendukung penyelenggaraan MTQ. Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan, tetapi mampu memberikan dampak positif bagi pembinaan kehidupan keagamaan dan memperkuat semangat kebersamaan di Negeri Junjungan.
Sementara itu, Camat Bantan, Aulia Fikri, memaparkan sejumlah persiapan yang sedang dan akan dilakukan menjelang pelaksanaan MTQ pada pertengahan November mendatang.
Persiapan tersebut mencakup sarana dan prasarana, lokasi kegiatan, akomodasi dan pemondokan kafilah, serta berbagai dukungan teknis lainnya. Koordinasi lintas perangkat daerah dan unsur terkait juga menjadi perhatian agar setiap bidang dapat menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara optimal.
Aulia menyatakan pihaknya akan berupaya maksimal menyukseskan MTQ ke-51 tingkat Kabupaten Bengkalis di Kecamatan Bantan. Ia juga membuka ruang bagi saran dan masukan untuk menyempurnakan berbagai persiapan yang masih diperlukan.
“Kami akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyukseskan pelaksanaan MTQ ke-51 tingkat Kabupaten Bengkalis di Kecamatan Bantan tahun 2026 ini. Bilamana ada kesalahan dan kekurangan, kami mohon saran dan masukannya agar nantinya dalam pelaksanaan MTQ ini dapat berjalan dengan lancar dan sukses,” sebutnya.
Rapat tersebut turut dihadiri Kabag Kesra Setda Bengkalis, H. Irwan, Kasubbag TU Kemenag Bengkalis, H. Ibrahim, Ketua Baznas Bengkalis, Ismail, Sekretaris MUI, Affan Zahidi, unsur LPTQ, perwakilan Kecamatan Bantan, serta undangan lainnya.
Dengan pemantapan persiapan dan koordinasi lintas sektor, Pemkab Bengkalis berharap MTQ ke-51 dapat terselenggara dengan baik sekaligus menjadi momentum memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebersamaan masyarakat. (*)

