11.707 Warga Terdampak Kabut Asap di Pekanbaru, 21 Puskesmas Sediakan Masker Gratis

11.707 Warga Terdampak Kabut Asap di Pekanbaru, 21 Puskesmas Sediakan Masker Gratis

Beritariau.com, PEKANBARU – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mengimbau masyarakat meningkatkan perlindungan diri di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kembali menyelimuti kota. Untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan, Dinas Kesehatan (Diskes) Pekanbaru menyediakan masker gratis yang dapat diperoleh masyarakat di 21 puskesmas.

Kepala Diskes Pekanbaru, Hazli Fendriyanto, mengatakan masyarakat bisa mendatangi puskesmas terdekat untuk mendapatkan masker tanpa dipungut biaya.

“Masyarakat bisa datang mengambil masker ke puskesmas terdekat, gratis,” kata Hazli, Selasa (13/10/2026).

Ia memastikan persediaan masker masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini, sekitar 75.000 lembar masker masih tersimpan di gudang Diskes Pekanbaru.

Sementara itu, hampir 100.000 masker telah didistribusikan kepada masyarakat. Penyaluran dilakukan melalui berbagai jalur, termasuk 21 puskesmas yang tersebar di Kota Pekanbaru.

“Stok masker masih cukup, obat-obatan, oksigen juga tersedia di puskesmas,” ujarnya.

Hazli mengimbau warga agar menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan, terutama ketika kualitas udara memburuk. Langkah tersebut penting untuk membantu mengurangi paparan partikel asap yang dapat memicu gangguan kesehatan.

Lebih dari 9.800 Kasus ISPA

Dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat menjadi perhatian serius Diskes Pekanbaru. Berdasarkan data yang disampaikan Hazli, lebih dari 11.707 warga mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Dari jumlah tersebut, lebih dari 9.816 kasus merupakan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Selain itu, tercatat 892 kasus asma, 498 kasus iritasi kulit, serta 328 kasus konjungtivitis atau iritasi mata.

Data tersebut menunjukkan bahwa paparan asap tidak hanya berisiko mengganggu saluran pernapasan, tetapi juga dapat memicu masalah kesehatan pada kulit dan mata.

Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan gejala yang muncul, terutama jika mengalami batuk, sesak napas, iritasi mata, atau keluhan lain setelah terpapar asap.

Diskes Pekanbaru juga terus menyiagakan pelayanan kesehatan untuk mengantisipasi peningkatan jumlah warga yang membutuhkan penanganan medis.

Puskesmas Layani Warga hingga Malam

Untuk memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan di tengah kondisi kabut asap, puskesmas di Pekanbaru memberikan pelayanan hingga pukul 21.00 WIB.

Selain itu, layanan pada akhir pekan juga direncanakan berlangsung pada pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, yakni setiap Sabtu dan Minggu, guna mengantisipasi kebutuhan pemeriksaan kesehatan masyarakat.

Diskes juga meningkatkan layanan rujukan bagi pasien ISPA yang membutuhkan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan.

Hazli mengingatkan warga agar segera memeriksakan diri apabila mengalami gangguan kesehatan setelah terpapar asap. Penanganan sejak dini diperlukan untuk mencegah kondisi semakin memburuk.

“Masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar mendapatkan penanganan yang sesuai,” pungkasnya.

Pemko Pekanbaru berharap ketersediaan masker gratis dan kesiapan layanan kesehatan dapat membantu melindungi masyarakat selama kondisi kabut asap berlangsung. Warga juga diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan apabila asap semakin pekat dan mengikuti informasi kualitas udara serta arahan dari instansi terkait. (*)