Syahrial Abdi Targetkan Akreditasi RSUD Arifin Achmad Tuntas Sebelum 2027

Syahrial Abdi Targetkan Akreditasi RSUD Arifin Achmad Tuntas Sebelum 2027

Beritariau.com, PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau menargetkan proses akreditasi RSUD Arifin Achmad rampung sebelum pergantian tahun. Target tersebut dibarengi upaya pembenahan pelayanan medis, penguatan manajemen, dan peningkatan kinerja keuangan rumah sakit rujukan utama di Provinsi Riau itu.

Sekretaris Daerah Provinsi Riau sekaligus Ketua Dewan Pengawas RSUD Arifin Achmad, Syahrial Abdi, menyampaikan hal tersebut saat mengikuti tahapan wawancara dalam proses akreditasi bersama tim surveyor dan pengampu asesor Kementerian Kesehatan RI di Pekanbaru, Senin (12/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Syahrial memaparkan perkembangan perbaikan pelayanan serta capaian keuangan rumah sakit. Menurutnya, langkah pembenahan yang dilakukan mulai menunjukkan perkembangan positif, salah satunya terlihat dari peningkatan jumlah kunjungan pasien.

Ia menyebut tim surveyor memberikan apresiasi terhadap upaya perbaikan manajemen dan pelayanan yang telah dijalankan RSUD Arifin Achmad.

“Alhamdulillah dari yang kita paparkan tadi, mereka juga cukup mengapresiasi langkah kita dalam perbaikan pelayanan. Hal itu terbukti dengan berbanding lurusnya angka perbaikan pelayanan, kunjungan pasien dan tergambar dari progres capaian RSUD Arifin Achmad sebagai BLUD,” kata Syahrial.

Selain peningkatan pelayanan, Pemprov Riau juga menaruh perhatian terhadap penguatan kinerja keuangan rumah sakit yang berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Syahrial menilai, perbaikan kinerja keuangan menjadi salah satu faktor penting untuk mendorong kemandirian rumah sakit dalam mengelola operasional dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Dengan pengelolaan BLUD yang semakin optimal, ketergantungan terhadap dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) diharapkan dapat dikurangi. Anggaran yang tersedia nantinya bisa dialokasikan untuk mendukung kebutuhan kesehatan dan pelayanan publik lainnya.

“Oleh karena itu, karena capaian secara keuangan juga sudah membaik, maka untuk berikutnya fungsi BLUD itu benar-benar bisa mandiri dan maksimal. Dengan demikian, nanti porsi APBD untuk supporting BLUD akan lebih sedikit, yang akhirnya kita bisa mengalihkan untuk penggunaan kesehatan ataupun pelayanan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Meski demikian, peningkatan kinerja keuangan tetap harus berjalan seiring dengan perbaikan mutu pelayanan medis. Ketersediaan fasilitas, kualitas layanan, dan kemampuan rumah sakit memenuhi kebutuhan pasien menjadi bagian penting dalam penguatan peran RSUD Arifin Achmad sebagai fasilitas kesehatan rujukan.

Pemprov Riau berkomitmen melakukan evaluasi secara berkelanjutan agar capaian yang telah diraih dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Pemerintah daerah juga berharap pembenahan di RSUD Arifin Achmad bisa menjadi referensi bagi rumah sakit milik Pemprov Riau lainnya, termasuk RS Petala Bumi dan RSJ Tampan.

Syahrial menegaskan, penyelesaian akreditasi menjadi salah satu prioritas yang harus dituntaskan mengingat masa akreditasi sebelumnya akan berakhir pada Desember 2026.

“Karena masa akreditasi sebelumnya akan berakhir pada Desember. Target kita sebelum pergantian tahun sudah selesai akreditasi,” pungkasnya.

Melalui proses akreditasi dan pembenahan berkelanjutan, Pemprov Riau berharap RSUD Arifin Achmad semakin mampu memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu, memperkuat tata kelola rumah sakit, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan milik pemerintah daerah. (*)