25 Finalis Putra Putri Kuansing 2026 Bersaing, Nurhidayah Tekankan Misi Pelestarian Budaya

25 Finalis Putra Putri Kuansing 2026 Bersaing, Nurhidayah Tekankan Misi Pelestarian Budaya

Beritariau.com, TELUK KUANTAN – Generasi muda memiliki peran strategis dalam menjaga warisan budaya sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata daerah ke tingkat yang lebih luas. Karena itu, pemilihan Putra Putri Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing) tidak boleh berhenti sebagai ajang penampilan, tetapi harus melahirkan figur muda yang mampu menjadi inspirasi dan penggerak pelestarian identitas daerah.

Pesan tersebut ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kuansing, Hj. Nurhidayah Muniroh, S.Pd.I., saat membuka Grand Final Pemilihan Putra Putri Kuansing 2026 di Auditorium Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks), Selasa (20/10/2026).

Menurut Nurhidayah, ajang tersebut merupakan ruang pembentukan karakter sekaligus wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan wawasan, kepribadian, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap tanah kelahiran.

“Grand Final Putra Putri Kuansing ini bukan hanya ajang untuk menampilkan paras dan wajah. Lebih dari itu, melalui ajang ini kita ingin membentuk karakter generasi muda yang memiliki wawasan, kepribadian, kepedulian, serta rasa cinta terhadap daerahnya,” tegasnya.

Ia berharap para finalis yang nantinya terpilih mampu mengemban tanggung jawab sebagai representasi generasi muda Kuansing. Mereka dituntut tidak hanya membawa gelar, tetapi juga menunjukkan kontribusi nyata dalam mempromosikan pariwisata dan menjaga keberlangsungan budaya lokal.

Nurhidayah menilai, kekayaan adat, tradisi, dan destinasi wisata yang dimiliki Kuansing merupakan potensi penting yang harus terus diperkenalkan kepada masyarakat luas. Dalam upaya tersebut, keterlibatan generasi muda menjadi sangat diperlukan, terutama melalui kreativitas, prestasi, dan pemanfaatan berbagai ruang promosi.

“Jadilah generasi muda yang tidak hanya bangga dengan budaya sendiri, tetapi juga mau bergerak untuk memperkenalkan dan melestarikannya. Kuansing memiliki kekayaan adat, budaya, dan pariwisata yang harus kita jaga bersama dan kenalkan lebih luas,” pesannya.

Ia juga mengingatkan bahwa gelar Putra Putri Kuansing harus diiringi komitmen dan tanggung jawab. Para pemenang diharapkan mampu menjadi teladan, menghadirkan gagasan positif, serta mengajak masyarakat untuk ikut menjaga identitas budaya daerah.

Pada babak grand final tahun ini, sebanyak 25 finalis terbaik bersaing menunjukkan kemampuan, wawasan, kepribadian, dan potensi masing-masing. Mereka diharapkan mampu membuktikan kesiapan untuk menjalankan peran sebagai duta budaya sekaligus promotor pariwisata Kuansing.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi peserta untuk membangun kepercayaan diri, mengasah kemampuan berkomunikasi, dan memperluas pemahaman mengenai potensi serta tantangan pembangunan daerah.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua PKKD Eli Rosmaidar Harahap Juprizal, Ketua Bhayangkari Kuansing dr. Prabawanti Puji Lostari, M.Biomed (AAM), Ketua Dharma Wanita Persatuan Iza Marlina, S.Pd., Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kuansing Desi Ferawati, S.Psi., M.IP., Wakil Rektor Universitas Islam Kuantan Singingi, serta Puteri Indonesia Riau 2026, Prima Yohana, S.T., M.Kom.

Mengusung semangat “Salam Budaya, Salam Inspirasi, Salam Kuansing”, pemilihan Putra Putri Kuansing 2026 diharapkan melahirkan generasi muda yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga mampu menggerakkan promosi pariwisata dan pelestarian budaya secara berkelanjutan.

Pemerintah Kabupaten Kuansing berharap keterlibatan generasi muda dapat memperkuat upaya memperkenalkan kekayaan adat, budaya, dan pariwisata daerah kepada khalayak yang lebih luas, sekaligus menumbuhkan kebanggaan terhadap identitas lokal. (*)