Tutup Pelatihan Pembina PMR 2026, Ketua PMI Inhil Tekankan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Tutup Pelatihan Pembina PMR 2026, Ketua PMI Inhil Tekankan Pembentukan Karakter Generasi Muda

Beritariau.com, Tembilahan -- Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Katerina Susanti Herman, menegaskan pentingnya peran pembina Palang Merah Remaja (PMR) dalam membentuk generasi muda yang berkarakter, peduli terhadap sesama, serta memiliki jiwa kemanusiaan dan kerelawanan.

Penegasan tersebut disampaikan Katerina saat menutup secara resmi Pelatihan Pembina PMR PMI Kabupaten Indragiri Hilir Tahun 2026 yang berlangsung di Aula Hotel Tembilahan Pratama, Jumat (16/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Katerina menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, pelatih, serta seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian pelatihan dengan disiplin, semangat, dan dedikasi.

Menurutnya, PMR merupakan salah satu aset penting PMI dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan, kepedulian sosial, dan semangat kerelawanan kepada generasi muda sejak dini. Karena itu, pembinaan PMR di lingkungan sekolah harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan.

Ia menilai, keberhasilan pembentukan karakter dan peningkatan keterampilan anggota PMR tidak terlepas dari peran pembina yang menjadi pengarah sekaligus teladan bagi para peserta didik.

“Keberhasilan pembinaan karakter dan keterampilan anggota PMR di sekolah sangat bergantung pada peran para pembina. Karena itu, pembina diharapkan mampu memberikan ilmu, bimbingan, dan keteladanan kepada peserta didik,” ujarnya.

Katerina juga mendorong para pembina untuk mengembangkan metode pembelajaran yang partisipatif dan inovatif serta menyesuaikannya dengan perkembangan anak. Dengan pendekatan tersebut, kegiatan PMR diharapkan tidak sekadar menjadi aktivitas ekstrakurikuler, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter dan pengembangan keterampilan yang bermanfaat bagi kehidupan sehari-hari.

Selain penguatan kapasitas pembina, ia menekankan pentingnya menanamkan tujuh prinsip dasar Gerakan Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah kepada seluruh anggota PMR.

Ketujuh prinsip tersebut meliputi kemanusiaan, kesamaan, kenetralan, kemandirian, kesukarelaan, kesatuan, dan kesemestaan. Nilai-nilai itu menjadi landasan bagi anggota PMR dalam menjalankan kegiatan kemanusiaan tanpa membeda-bedakan latar belakang orang yang membutuhkan pertolongan.

Katerina turut mengingatkan pentingnya pemahaman dan pengamalan Tri Bakti PMR, yakni meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional dan internasional.

“Setiap anggota PMR juga harus memahami dan mengamalkan Tri Bakti PMR, yaitu meningkatkan keterampilan hidup sehat, berkarya dan berbakti di masyarakat, serta mempererat persahabatan nasional dan internasional,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap pelatihan tersebut menjadi bekal bagi para pembina untuk meningkatkan kualitas pembinaan PMR di sekolah masing-masing. Para pembina diharapkan mampu mendorong anggota PMR membiasakan pola hidup sehat, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, serta mengembangkan kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungan sekitar.

Melalui pembinaan yang terarah dan berkesinambungan, PMI Inhil berharap lahir generasi muda yang tangguh, berjiwa sukarela, memiliki keterampilan pertolongan, dan siap hadir membantu masyarakat yang membutuhkan.

Dengan demikian, keberadaan PMR tidak hanya menjadi sarana pengembangan potensi pelajar, tetapi juga menjadi bagian penting dalam menyiapkan generasi penerus yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. (*)