Lansia Ditemukan Tewas Tertutup Selimut di Pekanbaru, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

Lansia Ditemukan Tewas Tertutup Selimut di Pekanbaru, Polisi Tunggu Hasil Autopsi

TKP ditemukannya seorang lansia tewas di Kota Pekanbaru, Riau. (dok. Istimewa)

Beritariau.com, PEKANBARU – Warga Jalan Limbungan, Kota Pekanbaru, dikejutkan dengan penemuan seorang pria lanjut usia berinisial RSK (61) yang meninggal dunia di dalam rumahnya. Korban ditemukan dalam posisi telentang di lantai dapur, tepat di depan pintu kamar mandi, dengan tubuh tertutup selimut.

Penemuan jasad tersebut bermula dari keributan di halaman rumah korban pada Senin (19/10/2026). Saat itu, keponakan korban berinisial EA meminta bantuan warga untuk mengamankan Farhat, anak korban.

Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Shilton, menjelaskan warga awalnya melihat EA berusaha mengamankan Farhat dan meminta pertolongan orang-orang di sekitarnya.

"Warga awalnya melihat ponakan korban ini sedang mengamankan F. Dia minta bantuan warga lainnya," ungkap Shilton saat dikonfirmasi, Senin (19/10/2026).

Ketika warga berada di sekitar rumah, tercium aroma tidak sedap dari dalam bangunan. Kondisi tersebut menimbulkan kecurigaan hingga salah seorang warga masuk untuk memeriksa keadaan di dalam rumah.

Di sana, warga mendapati RSK telah meninggal dunia. Jasad korban terbaring di lantai dan ditutupi selimut atau bedcover bermotif tulisan Barcelona berwarna merah dan biru.

"Korban ditemukan sudah dalam keadaan meninggal dunia di ruang dapur di depan pintu kamar mandi. Posisinya terlentang di lantai dengan ditutup selimut atau bedcover motif tulisan Barcelona warna merah biru," kata Shilton.

Warga kemudian melaporkan temuan itu kepada pihak kepolisian. Petugas dari Polsek Rumbai dan Polresta Pekanbaru bersama tim identifikasi Satreskrim mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan awal.

Polisi memasang garis polisi guna mengamankan tempat kejadian perkara. Setelah pemeriksaan awal, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau di Jalan Kartini untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Korban Dua Hari Tak Terlihat Keluar Rumah

Berdasarkan keterangan saksi yang dihimpun polisi, korban selama ini tinggal bersama anaknya, Farhat. Korban juga disebut sudah sekitar dua hari tidak terlihat keluar dari rumah.

Kondisi tersebut menjadi bagian dari informasi yang didalami penyidik untuk mengungkap kronologi dan penyebab kematian korban.

Polisi belum menyimpulkan apakah RSK meninggal akibat tindak pidana atau karena sebab lain. Kepastian mengenai penyebab kematian masih menunggu hasil autopsi.

"Sementara belum ada (indikasi dibunuh), untuk pastinya nunggu otopsi," ujar Shilton.

Sementara itu, menurut keterangan yang disampaikan kepolisian, Farhat pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan dan masih mengonsumsi obat penenang. Informasi tersebut belum dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan keterlibatan siapa pun dalam kematian korban.

Penyidik masih mendalami keterangan para saksi dan menunggu hasil pemeriksaan medis untuk memastikan penyebab kematian RSK. Hingga hasil autopsi diperoleh, polisi belum memastikan adanya unsur pembunuhan dalam peristiwa tersebut. (*)