Diduga Ada Permainan Harga
Mainkan Harga Sawit, Menteri Laporkan 22 PKS di Riau ini ke Kapolri

Jakarta - Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Selasa, 9 Juni 2026 kemarin, melaporkan sebanyak 280 pabrik kelapa sawit (PKS) di sejumlah provinsi ke Kapolri. 22 diantaranya ada di wilayah Provinsi Riau. Laporan tersebut bernomor: B-134/RC.020/M/06/2026 ditembuskan ke Menteri Dalam Negeri, Wakapolri, Kepala Bareskrim dan jajaran Kapolda.
Amran gerah adanya indikasi dugaan permainan harga pembelian tandan buah segar (TBS) kelapa sawit petani pasca pemerintah mengumumkan Kebijakan Ekspor Satu Pintu Komoditas Sumber Daya Alam Strategis sejak 20 Mei 2026 lalu.
Perusahaan menjatuhkan harga pembelian TBS kelapa sawit hingga mencapai Rp 1.500 per kilogram.
Dijelaskan Amran, harga CPO dunia dan Dollar AS naik, namun harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit malah turun.
"Patut diduga adanya permainan harga oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tulis Amran, dilansir, Rabu (10/6/2026).
Berikut daftar 22 PKS di Provinsi Riau yang dilaporkan Mentan ke Kapolri:
Kabupaten Bengkalis:
1. PT Surya Dumai Agrindo
2. PT MURINIWOOD INDAH INDUSTRY
Kabupaten Indragiri Hilir:
1. PT BHUMIREKSA NUSA SEJATI
2. PT Setia Agrindo Mandiri
Kabupaten Kampar:
1. PT Padasa Enam Utama
2. PT Subur Arummakmur
3. PT Ciliandra Perkasa
4. PT AIR KAMPAR
Kabupaten Kuantan Singingi:
1. PT CITRA RIAU SARANA
2. PT KARYA TAMA BAKTI MULIA
3. PT JAYA BUMI SAWIT
Kabupaten Pelalawan:
1. PT Inti Indosawit Subur (Ukui)
2. PT Inti Indosawit Subur (Buatan)
Kabupaten Rokan Hulu:
1. PT ANDIKA RAYA PERMAΤΑ
2. PT ANUGERAH RIAU PERKASA
3. PT SUMBER JAYA INDAHNUSA COY
4. PT Indomakmur Sawit Berjaya
5. PT HUTAHAEAN
Kabupaten Siak:
1. PT KAMPARINDO AGRO INDUSTRI
Kota Pekanbaru:
1. PT Surya Intisari Raya
Kota Dumai:
1. PT Meridan Sejati surya Plantation
2. PT Murini SamSam Pelintung

