Brace Vlahovic Tak Cukup, Juventus Gagal Lolos ke Liga Champions Usai Ditahan Torino

Duel giornata ke-38 Serie A 2025/2026, Torino vs Juventus, Senin (25/5/2026) (c) Juventus FC Official
Beritariau.com - Juventus harus menelan kekecewaan besar pada pekan terakhir Serie A 2025/2026. Bertandang ke markas Torino dalam laga Derby della Mole di Stadion Olimpico Grande Torino, Senin (25/5/2026) dini hari WIB, Si Nyonya Tua hanya mampu bermain imbang 2-2 dan dipastikan gagal lolos ke Liga Champions musim depan.
Dusan Vlahovic sebenarnya tampil gemilang dengan mencetak dua gol untuk Juventus. Namun Torino menunjukkan semangat pantang menyerah dan berhasil menyamakan kedudukan lewat gol Cesare Casadei serta Che Adams di babak kedua.
Hasil ini membuat Juventus harus puas finis di peringkat keenam klasemen akhir Serie A dengan koleksi 69 poin. Sementara Torino mengakhiri musim di posisi ke-12 dengan raihan 45 poin.
Pertandingan derby ini sempat mengalami penundaan selama satu jam sebelum akhirnya dimulai. Ketika laga berjalan, kedua tim tampil hati-hati di awal pertandingan sambil mencoba membaca permainan lawan.
Sebagai tuan rumah, Torino beberapa kali mencoba menekan lebih dulu melalui pergerakan cepat di sisi sayap. Namun rapatnya lini pertahanan Juventus membuat mereka kesulitan menciptakan peluang bersih.
Juventus sendiri perlahan mulai menemukan ritme permainan. Kombinasi lini tengah yang dipimpin Khephren Thuram mampu membuat tim tamu lebih nyaman menguasai bola dan membangun serangan.
Kebuntuan akhirnya pecah pada menit ke-24. Berawal dari penetrasi Khephren Thuram dari lini tengah, sang gelandang melepaskan umpan terukur ke kotak penalti yang berhasil diterima dengan baik oleh Dusan Vlahovic.
Striker asal Serbia itu kemudian melepaskan tembakan keras ke tiang dekat yang gagal dihentikan kiper Torino. Juventus pun unggul 1-0 dan membuat para pendukung tim tamu bersorak.
Gol tersebut meningkatkan rasa percaya diri Juventus. Si Nyonya Tua mulai lebih berani menyerang dan beberapa kali menciptakan tekanan berbahaya ke pertahanan Torino.
Meski begitu, Torino tetap memberikan perlawanan sengit. Pertandingan berlangsung terbuka dengan kedua tim saling melancarkan serangan hingga akhir babak pertama.
Namun tidak ada gol tambahan yang tercipta dan Juventus menutup paruh pertama dengan keunggulan tipis 1-0.
Memasuki babak kedua, Torino tampil jauh lebih agresif demi mengejar ketertinggalan. Tuan rumah berusaha meningkatkan intensitas permainan dan menekan Juventus sejak awal babak.
Alih-alih menyamakan skor, Torino justru kembali kebobolan pada menit ke-54. Juventus mencetak gol kedua melalui skema serangan balik cepat.
Francisco Conceicao berhasil mengirimkan umpan matang kepada Vlahovic yang lolos dari kawalan bek lawan. Tanpa kesulitan berarti, sang striker menyelesaikan peluang tersebut untuk membawa Juventus unggul 2-0.
Brace tersebut sempat membuat Juventus berada di jalur menuju kemenangan penting. Namun Torino tidak menyerah begitu saja di depan pendukung sendiri.
Lima menit berselang, Torino berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Cesare Casadei. Gelandang muda itu sukses menanduk bola hasil sepak pojok Obrador dan membuat skor berubah menjadi 1-2.
Gol tersebut membakar semangat Torino. Tuan rumah terus menekan pertahanan Juventus yang mulai terlihat gugup menghadapi tekanan demi tekanan.
Juventus mencoba bertahan sambil mengandalkan serangan balik cepat. Namun Torino tampil semakin percaya diri dan terus memburu gol penyeimbang.
Drama akhirnya terjadi pada menit ke-83. Pemain pengganti Che Adams berhasil mencetak gol penyama kedudukan setelah memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Mattia Perin di dalam kotak penalti.
Gol itu membuat stadion bergemuruh dan menghancurkan harapan Juventus untuk mengamankan kemenangan.
Pada sisa waktu pertandingan, kedua tim sama-sama berusaha mencari gol kemenangan. Juventus meningkatkan intensitas serangan karena sadar hasil imbang tidak cukup untuk menjaga peluang tampil di Liga Champions.
Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-2 tetap bertahan.
Hasil ini menjadi akhir yang pahit bagi Juventus. Meski diperkuat sejumlah pemain bintang dan sempat unggul dua gol, Si Nyonya Tua gagal mempertahankan keunggulan dan harus rela absen dari Liga Champions musim depan. (*)

