AC Milan Tumbang dari Cagliari, Rossoneri Gagal Amankan Tiket Liga Champions

Ekspresi kekecewaan skuad AC Milan usai kebobolan dari Cagliari, Senin (25/5/2026) (c) AP Photo/Antonio Calanni
Beritariau.com - AC Milan harus mengakhiri musim 2025/2026 dengan kekecewaan besar setelah kalah 1-2 dari Cagliari pada laga terakhir Serie A di Stadion San Siro, Senin (25/5/2026) dini hari WIB. Kekalahan ini membuat Rossoneri gagal mengamankan tiket Liga Champions musim depan.
Bermain di hadapan pendukung sendiri, Milan sebenarnya memulai pertandingan dengan sangat baik. Tim asuhan mereka langsung tampil agresif sejak menit awal demi mengejar kemenangan yang dibutuhkan untuk menjaga peluang finis di zona empat besar.
Atmosfer San Siro sempat bergemuruh ketika AC Milan berhasil membuka keunggulan saat pertandingan baru berjalan dua menit. Gol cepat tersebut lahir melalui Alexis Saelemaekers setelah memanfaatkan situasi di dalam kotak penalti Cagliari.
Proses gol bermula dari umpan panjang Fikayo Tomori yang diterima Santiago Gimenez. Bola pantulan kemudian jatuh ke kaki Saelemaekers yang langsung melepaskan tembakan mendatar ke sudut gawang tanpa mampu dihentikan kiper lawan. Milan unggul cepat 1-0.
Gol itu sempat membuat publik San Siro optimistis. Namun setelah unggul, permainan Rossoneri justru menurun. Milan lebih banyak memainkan tempo lambat dan fokus menguasai bola tanpa mampu menciptakan tekanan berbahaya secara konsisten.
Situasi tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Cagliari. Tim tamu mulai berani keluar menyerang dan memanfaatkan kelemahan Milan dalam mengantisipasi bola mati.
Pada menit ke-20, Cagliari berhasil menyamakan kedudukan lewat Gennaro Borrelli. Berawal dari situasi sepak pojok, terjadi kemelut di depan gawang Mike Maignan sebelum bola liar berhasil disambar Borrelli menjadi gol.
Gol tersebut membuat pertandingan kembali terbuka. Milan berusaha meningkatkan intensitas permainan dan mulai lebih agresif menyerang pertahanan Cagliari.
Sejumlah peluang sempat tercipta melalui kombinasi Rafael Leao, Saelemaekers, dan Tijjani Reijnders. Namun penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat Rossoneri gagal kembali unggul hingga babak pertama berakhir.
Skor imbang 1-1 menutup 45 menit pertama di San Siro.
Memasuki babak kedua, Milan melakukan perubahan dengan memasukkan Christian Pulisic menggantikan Santiago Gimenez demi menambah daya gedor lini serang.
Namun jalannya pertandingan di awal babak kedua tidak banyak berubah. Milan masih mendominasi penguasaan bola, sementara Cagliari bermain disiplin sambil menunggu peluang melalui serangan balik maupun bola mati.
Petaka bagi Milan datang pada menit ke-56. Lagi-lagi Cagliari mencetak gol dari situasi kemelut di depan gawang. Juan Rodriguez sukses memanfaatkan bola muntah hasil tepisan Mike Maignan untuk membawa tim tamu berbalik unggul 2-1.
Gol tersebut membuat suasana San Siro berubah tegang. Milan mencoba meningkatkan tempo permainan dan terus menekan pertahanan Cagliari demi mencari gol penyeimbang.
Christian Pulisic dan Rafael Leao beberapa kali mencoba membongkar pertahanan lawan lewat kecepatan mereka dari sisi sayap. Namun rapatnya lini belakang Cagliari membuat Milan kesulitan menciptakan peluang bersih.
Di sisi lain, Cagliari justru beberapa kali hampir menambah keunggulan lewat serangan balik cepat. Mike Maignan dipaksa bekerja keras melakukan sejumlah penyelamatan penting untuk menjaga harapan Milan tetap hidup.
Meski terus menekan hingga menit akhir pertandingan, Rossoneri gagal mencetak gol tambahan. Skor 2-1 untuk kemenangan Cagliari bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi AC Milan. Rossoneri harus puas menutup musim di peringkat keenam klasemen Serie A dengan koleksi 70 poin dan dipastikan gagal tampil di Liga Champions musim depan.
Sementara itu, tambahan tiga poin membawa Cagliari naik ke posisi ke-14 klasemen akhir dengan raihan 43 poin sekaligus memastikan mereka menutup musim dengan hasil positif di markas salah satu raksasa Italia. (*)

