Suami Selamat, 7 Pelaku Dibekuk

Dikira Tukang Santet, Buruh di Pelalawan Tewas disiksa

Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko Berbicara Dengan Para Pelaku Saat Jumpa Pers Pengungkapan | Istimewa

Beritariau.com, Pelalawan - Sepasang suami istri disiksa oleh tetangga satu barak dalam perkebunan di Kabupaten Pelalawan. Keduanya difitnah jadi dukun santet. Sang istri tewas, suami selamat karena berhasil kabur dari aksi penculikan.

Kejahatan itu dilakukan oleh 7 orang lelaki yang bekerja sebagai buruh. Polisi berhasil meringkus mereka tanpa perlawanan.

"Para pelaku yaitu inisial laki-laki MH (35), JH (22), OW (40), IL (34), BN (52), BH (36), dan JZ (45). Kemudian dua orang wanita berinisial SG (34), dan WM (28)," ujar Kapolres Pelalawan AKBP Indra Wijatmiko, Selasa (3/8/21) malam.

Penyiksaan pasutri bernama Anugrah Daeli (35), dan Yuliana Hia (27) itu, dilakukan para pelaku pada hari Jumat hingga Sabtu (24/7/21) sore, sekitar Jam 15.00 WIB. Mereka sempat disekap di salah satu camp perusahaan yang berada di Desa Petodaan, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau.

"Kedua korban ini dituduh dukun santet, padahal bukan," tegas Indra.

Awalnya, beberapa penghuni camp tersebut mengalami sakit yang tidak biasa. Para penghuni camp menduga penyakit tersebut karena diguna-guna.

Kemudian para pelaku yang satu camp dengan korban, menuduh pasutri itu adalah pelaku guna-guna yang membuat mereka menjadi sakit.

Selanjutnya salah satu pelaku yang inisial MH selaku kepala rombongan, memprovokasi pelaku lainnya. Dia menyuruh pelaku lain mengikat pasutri dengan tali jemuran.

Dengan perintah MH, 8 pelaku lainnya langsung mengikat pasutri. Dimana awalnya Anugrah Daeli diikat tangan dan kakinya di tiang yang berada di camp tersebut. Sedangkan Yuliana Hia diikat di tempat tidur.

Setelah diikat, para pelaku langsung menganiaya pasutri itu dengan besi yang sudah dipanaskan, dan kayu yang sudah di bakar. Para pelaku menyulutkan kayu dan besi itu ke sekujur tubuh korban sampai kulitnya melepuh.

Penganiayaan itu dilakukan para pelaku dari hari Jumat sampai hari Sabtu. Hingga akhirnya pada hari Minggu (25/7/2021), korban Anugrah Daeli berhasil melarikan diri, dengan sekujur tubuhnya yang melepuh.

Korban Anugrah Daeli lari ke Pangkalan Kerinci menemui saudaranya, lalu dilarikan ke rumah sakit. Sementara pihak keluarga langsung membuat laporan di Polres Pelalawan.

Para pelaku sempat mencari-cari Anugrah Daeli, namun tidak ketemu. Hingga akhirnya korban yang bernama Yuliana Hia diikat di pohon akasia, sampai meninggal dunia. Selanjutnya para pelaku mengubur Yuliana Hia di hutan yang jauhnya sekitar 1 kilometer dari camp.

Setelah mendapatkan laporan itu, kemudian Tim Satreskrim Polres Pelalawan langsung melakukan penyelidikan, dan mencari para pelaku.

“Awalnya kita berkoordinasi dengan kepala kontraktor para pelaku, dan membuat skenario seolah-olah kepala kontraktor mau memediasikan para pelaku dengan keluarga korban,” jelas Indra.

Selanjutnya kepala kontraktor langsung membuat pertemuan di Pangkalan Kerinci dengan para pelaku.

“Setelah para pelaku dibawa keluar Camp, langsung kita lakukan penangkapan, sekitar 7 jam diinterogasi barulah salah seorang ahirnya mengakui setelah di mengetahui bahwa korban masih hidup dan sudah melapor ke polisi,” ucapnya.

Saat ini para pelaku sudah ditahan di Mapolres Pelalawan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (*)