Komnas PA Riau Kaget Pelaku Penganiayaan Anak di Kampar Dilepaskan

Ketua Komnas PA Provinsi Riau, Dewi Arisanty | Ist

Beritariau.com, Pekanbaru - Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) menyayangkan, kasus penganiayaan terhadap anak di bawah umur di Desa Terantang, Kampar, Riau, dilakukan setengah hati. Bahkan, terduga pelaku tidak ditahan.

"Saya sesalkan kenapa polisi justru malah melepaskan pelaku dengan hanya alasan memiliki anak kecil. Kan banyak kasus yang hampir serupa tapi tetap dilakukan penahanan," kata Ketua Komnas PA Provinsi Riau, Dewi Arisanty, kepada wartawan, Selasa (03/08/2021).

Menurutnya, kasus dugaan penganiayaan itu sejatinya tak lazim dilakukan terlebih kepada anak di bawah umur. Selain menyebabkan sindrom, anak justru bakal mendapatkan traumatik yang mendalam.

"Seharusnya alasan memiliki anak kecil itu dapat dikesampingkan. Kan ada keluarga lain (merawat anaknya,red)," ucap Dewi.

Setiap kasus pidana, memiliki resiko yang dihadapi. Dengan adanya penegakan hukum, kasus ini bisa menjadi pembelajaran dan efek jera bagi pelaku.

"Saya menduga ada intimidasi dari pihak luar. Informasinya saya mendengar ada oknum anggota dewan yang menjamin agar pelaku tidak ditahan," tuturnya.

Atas informasi yang dia terima itu, pihaknya menyayangkan adanya rekomendasi dan jaminan dari oknum anggota dewan agar pelaku tidak ditahan.

"Seorang dewan dan tahu ada kekerasan terhadap anak kok malah merekomendasikan, inikan nggak layak. Kita akan koordinasi dengan Polres Kampar dan Polda Riau," terang Dewi.

Kasat Reskrim Polres Kampar AKP Berry Juana saat di konfirmasi, membenarkan penahanan terhadap pelaku tidak dilakukan karena pelaku memiliki anak kecil yang masih harus dirawat.

Alasan karena terduga pelaku adalah seorang perempuan dan seorang ibu yang masih memiliki anak kecil serta adanya jaminan dari pihak keluarga, menjadi alasan dari pihak kepolisian.

"Ini (jaminan,red) kan sah. Tapi pada intinya proses hukum masih berjalan. Nanti kita lengkapi berkas dan kita limpahkan ke kejaksaan," ulasnya.

Dia menjelaskan lagi, sejauh ini sudah ada 7 orang saksi yang diperiksa dalam kasus ini, termasuk dari instansi dinas yang ada di Kabupaten Kampar.

Untuk diketahui, kasus dugaan penganiayaan terhadap anak di bawah umur ini terjadi pada 13 Desember 2020 di Desa Terantang, Kampar, Riau.

Terduga pelaku berinisial ID dengan anak dibawah umur berinsial PI. Polisi sebelumnya telah mengamankan pelaku. Namun, pada Senin (02/08/2021) kemarin, pelaku ID justru dilepaskan dengan alasan adanya jaminan dari pihak keluarga.

Terkait