Pengamat: Warga Harus Waspada

Buntuti Jejak, Polisi Menduga Edi Palembang Kabur Keluar Kota

Edi Palembang Perampok dan Pembunuh Polisi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu perampok sekaligus pembunuh anggota Buser Polsek Senapelan, Akral Dinata alias Edi Palembang alias Dina. Meski telah sepekan menghilang, polisi masih mengendus jejak penjahat itu.

Kabarnya, Edi Palembang (EP) kabur ke wilayah Sumatera Utara. Dan satu temannya yang lolos, diketahui berada di kawasan Palembang Provinsi Sumatera Selatan.

"Masih kita kejar, kuat dugaan, ia (EP) sudah keluar kota, kemungkinan ke Sumut dan Sumsel," ujar Kasatreskrim Polresta Pekanbaru, Kompol Hariwiyawan Harun, Minggu (16/11/14).

Dikatakannya, timnya bersama jajaran Jatanras (Kejahatan dan Kekerasan) Polda Riau, sudah menyebar ke seluruh lokasi pemetaan yang diduga sebagai tempat pelarian kedua pelaku.

"Mudah-mudahan secepatnya kita tangkap, kita sudah koordinasi dengan beberapa Kepolisian Daerah (Polda) provinsi tetangga," ungkap Hari.

Menurutnya, pihaknya telah mengupayakan segala cara, mulai dari penyebaran foto pelaku, pelacakan ponsel, hingga melakukan koordinasi antar kepolisian daerah, seperti Palembang, Jambi, Sumbar dan Sumut.

Tak itu saja, untuk meringkus EP yang setiap beraksi selalu menggunakan Senpi (senjata api), polisi pun juga telah memberikan intruksi ke setiap jajaran wilayah, seperti seluruh Polsek di Riau.

Terkait ini, pengamat Kriminologi Riau Kasmanto Rinaldi menjelaskan, kasus perampokan merupakan salah satu dampak dari rendahnya kewaspadaan masyarakat, sehingga perampok dapat leluasa mempelajari calon korbannya.

"Maka ketika beraksi mereka cendrung berhasil dalam melakukan aksinya," ujarnya.

Harusnya, kata Kasmanto, dengan meningkatkan kewaspadaan, ditambah dengan maksimalnya kinerja aparat keamanan, pasti akan mampu meminimalisir kejahatan yang terjadi, termasuk perampokan.

"Malah saat ini, maraknya kejahatan justru berbanding terbalik dengan ikatan sosial penduduk yang lemah. Padahal jika masyarakatnya memiliki ikatan sosial yang tinggi maka tingkat kejahatan akan turun, dan sebaliknya," ujarnya. [Pan]

Tags :# hukum