Jatuh dari Lantai II

Polisi: Korban dari Gedung Telkom Pekanbaru Alami Patah Kaki

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Polresta Pekanbaru menyatakan korban yang jatuh dari lokasi proyek pembangunan Gedung Telkom yang berada di Jalan Sudirman Pekanbaru pada Sabtu (15/11/14) siang, tidak meninggal dunia.

Korban itu mengalami patah kaki akibat jatuh dari lantai II. Hingga kini, penyebab kecelakaan itu masih diselidiki. [Baca : Pekerja Proyek Jatuh dari Gedung Telkom Pekanbaru, Diduga Tewas]

"Korban tidak tewas tapi patah kaki. Penyebabnya masih diselidiki," kata Kasat Reskrim Polresta Pekanbaru Kompol Hariwiyawan Harun kepada Beritariau.com.

Terpisah, Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol Dana yang dihubungi terkait peristiwa itu mengatakan korban mengalami cidera serius dibagian kaki akibat terjatuh dari lantai II proyek gedung itu.

"Korban berjumlah 1 (satu) orang yaitu bernama Yanto berusia 36 tahun. Dan sedang menjalani perawatan dirawat di rumah sakit. Untuk penyebab kejadian masih kita selidiki," kata Dana.

Seperti diberitakan sebelumnya, sejumlah pengunjung warung kopi (warkop) di Jalan Hang Tuah tepatnya di simpang Jalan Sudirman Pekanbaru, Jumat (15/11/14) siang sekitar pukul 11.00 WIB, heboh.

Pasalnya, tepat diseberang tempat mereka nongkrong yaitu lokasi pembangunan Gedung Telkom Jenderal Sudirman nomor 117, diketahui ada pekerja bangunan yang jatuh dari lantai atas gedung itu. Diduga, karyawan itu terjun bebas dari lantai atas.

Hingga kini, pihak kontraktor yakni perusahaan plat merah PT Hutama Karya (HK) yang dipercaya membangun gedung telkom itu, belum mengeluarkan pernyataan. Insiden ini, oleh sebagian pihak menduga ada unsur kelalaian. Tak hanya di pihak kontraktor namun juga pemerintah.

"Lalai atau tidak, yang pasti aparat harus melakukan penyelidikan dulu. Kok bisa dia jatuh, tentu diduga Safety nya bermasalah," ungkap anggota Komisi III DPRD Pekanbaru yang membidangi masalah tenaga kerja, H Marlis Kasim kepada Beritariau.com.

Direktur Indonesian Monitoring Development (IMD), Raja Adnan yang kebetulan berada didekat lokasi saat diwarung kopi menyatakan, insiden ini tak bisa dianggap sepele. Ia juga mengetahui proses pembangunan gedung ini sempat jadi sorotan tajam publik.

"Yang saya tahu. Untuk proyek seperti ini. PT HK harus mengantongi SKA (Surat Keterangan Ahli). Nah, itu dasarnya mereka mengurus K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja). Apa mereka sudah mengantongi," kata Raja Adnan. [red]

Tags :# hukum