KKP Uji Pabrik Es Portabel di Bengkalis, Produksi 3 Ton Slurry Ice untuk Nelayan

KKP Uji Pabrik Es Portabel di Bengkalis, Produksi 3 Ton Slurry Ice untuk Nelayan

Beritariau.com, Bengkalis -- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mulai menguji operasional Pabrik Es Portabel (PEP) Slurry Ice di Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Pambang Pesisir, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis.

Uji teknis atau commissioning sekaligus pelatihan calon operator tersebut dilakukan Jumat (25/9/2026), sebagai bagian dari persiapan operasional berbagai fasilitas pendukung KNMP.

Teknologi yang diuji berupa slurry ice atau bubur es, yang memiliki karakteristik berbeda dibandingkan es balok yang selama ini banyak digunakan nelayan.

Tim instruktur KKP memberikan pelatihan kepada calon operator mengenai tata cara pengoperasian pabrik sekaligus menjelaskan manfaat penggunaan slurry ice dalam penanganan hasil tangkapan.

Slurry ice berbentuk seperti bubur sehingga dapat menyelimuti permukaan ikan secara lebih merata. Teknologi tersebut diharapkan mampu mempertahankan kesegaran sekaligus membantu menjaga mutu ikan lebih lama setelah ditangkap.

Produksi Perdana Ditargetkan 3 Ton

Tim instruktur KKP akan melakukan uji coba operasional Pabrik Es Portabel selama 24 jam. Dalam satu kali proses produksi, fasilitas tersebut ditargetkan mampu menghasilkan sekitar tiga ton slurry ice.

Untuk produksi perdana, slurry ice yang dihasilkan akan dibagikan secara gratis kepada nelayan Desa Pambang Pesisir yang akan melaut pada Sabtu (26/9/2026).

Penggunaan teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari perbaikan rantai penanganan hasil perikanan sejak ikan ditangkap hingga dibawa ke darat.

Dalam kegiatan itu, tim KKP juga melakukan pemeriksaan terhadap 50 unit cool box yang akan diberikan untuk mendukung aktivitas nelayan di kawasan KNMP.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh cool box telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan KKP sebelum diserahkan kepada masyarakat.

Puluhan cool box tersebut nantinya akan dipinjam-pakaikan kepada nelayan Desa Pambang Pesisir untuk membantu proses penyimpanan dan menjaga kualitas hasil tangkapan.

KKP Tambah Dukungan Peralatan

Selain pabrik es dan cool box, Dinas Perikanan Kabupaten Bengkalis sebelumnya juga telah menerima bantuan 10 unit CHES freezer dari KKP.

Fasilitas tersebut diperuntukkan bagi pelaku usaha pengolahan hasil perikanan yang berada di sekitar kawasan KNMP Kabupaten Bengkalis.

Sebanyak 10 unit freezer tersebut nantinya akan disalurkan kepada lima kelompok usaha pengolahan hasil perikanan. Penyerahan bantuan masih menunggu arahan KKP terkait teknis pelaksanaannya.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui Dinas Perikanan menyambut positif dukungan KKP melalui program Kampung Nelayan Merah Putih.

Sekretaris Dinas Perikanan Bengkalis Hasbullah yang mewakili Kepala Dinas Perikanan Muhammad Azmir, bersama Kabid Bina Mutu Usaha Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Arie Pranata serta jajaran, turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Pemkab Bengkalis berharap berbagai fasilitas dan teknologi yang diberikan dapat memperkuat rantai produksi perikanan, mulai dari penangkapan, penanganan, penyimpanan hingga pengolahan.

Dengan dukungan tersebut, kualitas hasil tangkapan nelayan diharapkan semakin terjaga dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat pesisir serta pelaku usaha pengolahan hasil perikanan.

Pemkab Bengkalis juga terus mendorong sinergi dengan pemerintah pusat dan berbagai pihak untuk mengoptimalkan KNMP sebagai kawasan yang mampu menggerakkan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Pambang Pesisir Pasla beserta jajaran perangkat desa.

Sementara dari KKP hadir Muji Dwi Saptono selaku Inspektur Mutu Hasil Perikanan Ahli Madya, Djuwarno selaku Pengelola Layanan Operasional, Muchamad Fathir selaku Asisten Inspektur Mutu Hasil Perikanan Penyelia, serta Muhammad Helmi selaku teknisi. (*)