Polisi Ngotot agar Hakim Hentikan Penyidikan Istri Bupati Kampar

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Dalam sidang gugatan Pra Peradilan atas dihentikannya penyelidikan polisi terhadap kasus dugaan penganiayaan Nur Asmi dan Jamal yang diduga dilakukan oleh Istri Bupati Kampar Jefry Noer, Polda Riau meminta hakim gugatan yang dilayangkan Nur Asmi itu ditolak.

Saat sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Pekanbaru Jumat (14/11/14), Polda Riau menguatkan keputusan mereka agara Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) berlaku.

Kepada Hakim PN Pekanbaru Mangapul Manalu, Polda Riau mengatakan, penerbitan SP3 itu sah dan berdasarkan hukum.

Saat sidang itu, pihak termohon dalam hal ini Polda Riau, tak membacakan jawabannya atas permohonan pemohon, Nur Asmi. Namun, hanya menyerahkan salinan jawaban untuk Hakim Mangapul Manalu, dan pihak pemohon yang diterima Penasehat Hukum Pemohon, Suharmansyah.

Dalam salinan setebal 9 halaman yang ditandatangani termohon yang diwakili oleh AKBP Toni Ariadi Effendi, AKBP, Henry Posma Lubis, Kompol Dani Sianipar, Kompol, Abdul Kadir, Kompol Rusli dan Nerwan, yang diterima media, dijelaskan termohon kalau pengadilan yang berwenang mengadili perkara pidana berdasarkan domisili sebagian besar saksi berada, adalah PN Bangkinang.

Sementara, terkait perkara Pra Peradilan tidak diatur secara khusus dalam KUHAP ataupun peraturan perundang-undangan lainnya.

Lebih lanjut, Polda Riau juga menyatakan kalau pihaknya telah memeriksa sejumlah saksi dan memperoleh visum et revertum. "Begitu juga, telah dilakukan konfrontasi antara pemohon dengan pihak terlapor dalam kasus dugaan penganiyaan itu dan 5 kali melakukan gelar perkara," ujar polisi dalam berkas itu.

Penyidik juga mengakui telah melakukan penyitaan sejumlah barang bukti pada 16 September 2014. Dari sejumlah upaya penyidikan itu, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Riau akhirnya menerbitkan SP3. Dan itu dinilai sah dan berdasarkan hukum.

Untuk sidang berikutnya, pihak pemohon memberikan tanggapan atas jawaban termohon atau ruplik, dan tanggapan termohon atas replik pemohon atau duplik, yang digelar pada Senin (17/11/14) mendatang. [Pan]

Tags :# hukum