Declan Rice Gagalkan Kemenangan Bayern, Arsenal Bangkit dan Paksa Imbang 2-2

Pemain Arsenal, Jurrien Timber, mengoper bola di depan pemain Bayern, Harry Kane, dalam pertandingan Liga Champions, Kamis (22/10/2026). (c) AP Photo/Martin Meissner
Beritariau.com – Arsenal menunjukkan mentalitas kuat saat bertandang ke markas Bayern Munchen pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027. Sempat tertinggal pada babak kedua, The Gunners bangkit pada menit-menit akhir untuk memaksakan hasil imbang 2-2 di Allianz Arena, Kamis (22/10/2026) dini hari WIB.
Declan Rice menjadi penyelamat Arsenal setelah mencetak gol penyeimbang yang membungkam pendukung tuan rumah. Gelandang timnas Inggris itu melepaskan tembakan keras ke sudut bawah gawang setelah menerima umpan Viktor Gyokeres.
Sebelumnya, Arsenal sempat unggul lebih dahulu melalui Eberechi Eze. Namun, Bayern menyamakan kedudukan lewat Alphonso Davies menjelang turun minum, sebelum Harry Kane membawa Die Roten berbalik memimpin melalui titik penalti pada babak kedua.
Hasil ini membuat Bayern harus puas mengantongi satu poin di kandang sendiri. Mereka berada di peringkat ke-14 klasemen sementara dengan lima poin dari tiga pertandingan.
Sementara itu, Arsenal menempati posisi ketujuh dengan koleksi tujuh poin. Hasil imbang tersebut juga menjaga rekor The Gunners yang belum terkalahkan di fase liga Liga Champions musim ini.
Saka Cedera, Eze Justru Bawa Arsenal Unggul
Arsenal mendapat pukulan pada menit ke-10 ketika Bukayo Saka mengalami cedera dan tidak bisa melanjutkan pertandingan. Eberechi Eze masuk menggantikan pemain tersebut, sedangkan Noni Madueke bergeser ke sisi kanan untuk menyesuaikan komposisi lini serang.
Pergantian pemain itu justru memberikan warna baru bagi permainan Arsenal. Tim tamu mulai menemukan ruang di pertahanan Bayern dan mampu menciptakan ancaman melalui kombinasi serangan yang terukur.
Martin Odegaard kemudian mengirimkan umpan akurat ke belakang barisan pertahanan tuan rumah. Eze menyambut bola tersebut dengan tendangan voli yang mengarah ke sudut bawah gawang dan membawa Arsenal unggul 1-0.
Gol itu membuat Bayern meningkatkan tekanan untuk segera menyamakan kedudukan. Arsenal sempat kembali mengancam melalui situasi sepak pojok yang melibatkan Riccardo Calafiori dan Bruno Guimaraes, tetapi peluang mereka belum membuahkan hasil.
Bayern terus mencari celah sebelum babak pertama berakhir. Serge Gnabry sempat memperoleh kesempatan, tetapi gol penyama kedudukan tuan rumah akhirnya lahir melalui Alphonso Davies.
Harry Kane berperan penting dalam proses terciptanya gol tersebut. Penyerang Inggris itu turun lebih dalam untuk membantu membangun serangan, sebelum mengirimkan umpan yang dituntaskan Davies menjadi gol.
Skor berubah menjadi 1-1 menjelang turun minum. Bayern berhasil menghindari situasi tertinggal saat memasuki ruang ganti, sementara Arsenal harus kembali menyusun strategi untuk menghadapi tekanan tuan rumah pada babak kedua.
Bayern Berbalik Unggul Lewat Penalti Kane
Pertandingan semakin terbuka setelah kedua tim kembali ke lapangan. Arsenal berusaha merebut kembali keunggulan, sedangkan Bayern memanfaatkan dukungan publik Allianz Arena untuk menekan pertahanan lawan.
Bruno Guimaraes memperoleh peluang melalui sundulan yang memaksa Manuel Neuer melakukan penyelamatan. Bola hasil tepisan kiper Bayern tersebut bahkan membentur mistar gawang.
Di sisi lain, David Raya juga tampil sigap. Kiper Arsenal itu menggagalkan sundulan Dayot Upamecano yang berpotensi membawa Bayern berbalik unggul.
Arsenal hampir kembali memimpin melalui aksi individu Eze. Ia berhasil melewati penjaganya sebelum melepaskan tembakan, tetapi Neuer mampu membaca arah bola dan mengamankan gawangnya.
Bayern akhirnya mendapatkan keuntungan setelah tembakan Harry Kane mengenai tangan Jurrien Timber di area terlarang. Wasit menunjuk titik putih dan memberikan hadiah penalti kepada tuan rumah.
Kane yang dipercaya menjadi eksekutor menjalankan tugasnya dengan baik. Ia mengecoh Raya dan mengirimkan bola ke gawang Arsenal untuk mengubah skor menjadi 2-1.
Gol tersebut membuat Bayern berada di atas angin. Tuan rumah bahkan berpeluang memperlebar keunggulan melalui pemain pengganti Luis Diaz yang melepaskan tembakan melengkung.
Namun, Raya kembali menunjukkan kualitasnya dengan menepis bola. Penyelamatan itu menjaga peluang Arsenal untuk mengejar ketertinggalan dan menjadi momen penting sebelum tim tamu melancarkan serangan balasan.
Declan Rice Muncul sebagai Penyelamat Arsenal
Ketika Bayern berusaha mempertahankan keunggulan, Arsenal justru berhasil menemukan celah untuk mencetak gol penyeimbang.
Viktor Gyokeres, yang masuk sebagai pemain pengganti, mampu melindungi bola dengan baik sebelum mengirimkannya kepada Declan Rice. Gelandang tersebut kemudian melepaskan tembakan keras ke sudut bawah gawang yang gagal dihentikan Neuer.
Gol Rice mengubah kedudukan menjadi 2-2 dan membangkitkan kembali harapan Arsenal untuk membawa pulang poin dari markas Bayern.
Bagi Bayern, gol tersebut menjadi pukulan setelah mereka sempat berada dalam posisi unggul dan memiliki peluang untuk menambah gol. Sementara Arsenal menunjukkan ketenangan untuk memanfaatkan kesempatan pada penghujung pertandingan.
Skor imbang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan. Arsenal pun sukses membawa pulang satu poin berharga dari Allianz Arena, sedangkan Bayern harus menerima kenyataan kehilangan kesempatan meraih kemenangan di hadapan pendukung sendiri.
Hasil ini menjadi modal penting bagi Arsenal untuk melanjutkan perjuangan di Liga Champions. Dengan tujuh poin dari tiga pertandingan dan belum tersentuh kekalahan, The Gunners masih menjaga posisi kompetitif di fase liga.
Bayern, sebaliknya, perlu memaksimalkan pertandingan berikutnya untuk memperbaiki posisi mereka. Dengan lima poin sejauh ini, Die Roten dituntut lebih konsisten agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan menuju fase gugur. (*)

