Nico Paz Menggila! Como Hancurkan Manchester United 4-1 di Liga Champions

Pemain Como, Nico Paz (tengah), merayakan gol dalam pertandingan Liga Champions melawan Manchester United, Rabu (21/10/2026). (c) AP Photo/Antonio Calanni
Beritariau.com – Manchester United dipermalukan Como dengan skor telak 4-1 pada matchday ketiga Liga Champions 2026/2027. Bermain di Stadio Giuseppe Sinigaglia, Rabu (21/10/2026) malam WIB, Setan Merah tak berdaya menghadapi permainan agresif tuan rumah yang dipimpin penampilan gemilang Nico Paz.
Bintang muda Como tersebut menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Manchester United. Nico Paz mencetak dua gol dan menyumbangkan satu assist untuk membawa tim asuhan Cesc Fabregas meraih kemenangan meyakinkan di hadapan pendukung sendiri.
Dua gol lainnya dicetak Anastasios Douvikas dan Jacobo Ramon. Sementara itu, Manchester United hanya mampu membalas satu gol melalui Joshua Zirkzee pada masa tambahan waktu.
Hasil ini mengangkat Como dengan koleksi enam poin dari tiga pertandingan. Sebaliknya, Manchester United harus menelan kekalahan yang menyakitkan setelah baru mengumpulkan tiga poin dari tiga laga di kompetisi elite Eropa tersebut.
Nico Paz Buka Keunggulan Kilat
Como langsung mengejutkan Manchester United ketika pertandingan belum genap berjalan dua menit. Menerima umpan Lucas Da Cunha, Nico Paz melepaskan tembakan melengkung dari dalam kotak penalti yang mengarah ke sudut jauh gawang Setan Merah.
Gol cepat tersebut membuat Como tampil semakin percaya diri. Tim tuan rumah terus menekan dan berusaha memperbesar keunggulan, sementara Manchester United kesulitan membangun serangan yang efektif.
Martin Baturina sempat mendapatkan peluang berbahaya, tetapi tekel krusial Harry Maguire menggagalkan upayanya. Como kembali mengancam melalui Anastasios Douvikas, yang tembakan mendatarnya berhasil ditepis kiper Manchester United, Senne Lammens.
Douvikas kembali memperoleh kesempatan untuk mencetak gol, tetapi penyelesaiannya justru melambung di atas mistar.
Manchester United mencoba merespons menjelang turun minum melalui tembakan Matheus Cunha dari luar kotak penalti. Namun, bola masih melambung jauh dari sasaran.
Como pun menutup babak pertama dengan keunggulan 1-0.
Babak Kedua Jadi Petaka bagi Setan Merah
Memasuki babak kedua, Como tidak mengendurkan tekanan. Hasilnya langsung terlihat pada menit ke-49 ketika Douvikas menggandakan keunggulan tuan rumah.
Nico Paz kali ini berperan sebagai kreator serangan. Umpan terobosannya membelah pertahanan Manchester United dan berhasil dimaksimalkan Douvikas dengan tembakan akurat ke sudut gawang Lammens.
Delapan menit berselang, Paz kembali mencatatkan namanya di papan skor. Pada menit ke-57, ia memanfaatkan kesalahan pemain pengganti Manchester United, Carlos Baleba, untuk merebut peluang, melaju menuju gawang, dan menuntaskan serangan dengan tembakan tenang ke sudut bawah.
Skor berubah menjadi 3-0. Manchester United semakin tertekan dan kesulitan menemukan cara untuk menghentikan dominasi tuan rumah.
Tim tamu sempat berusaha bangkit melalui sejumlah percobaan Amad Diallo dan Bryan Mbeumo. Namun, upaya tersebut belum cukup untuk menembus pertahanan Como.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, Manchester United justru kembali kebobolan pada menit ke-76.
Jacobo Ramon berdiri tanpa kawalan di dalam kotak penalti ketika menyambut umpan silang akurat Kaiki. Sundulan dari jarak dekat itu membuat Lammens kembali memungut bola dari gawangnya sendiri.
Como unggul 4-0 dan semakin dekat dengan kemenangan besar.
Manchester United akhirnya mendapatkan gol hiburan pada masa tambahan waktu melalui Joshua Zirkzee. Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 4-1, tetapi tak mampu menyelamatkan Setan Merah dari kekalahan telak.
Como Berpesta, Manchester United Harus Berbenah
Kemenangan 4-1 ini menjadi bukti efektivitas permainan Como di bawah arahan Cesc Fabregas. Nico Paz tampil sebagai sosok paling menentukan melalui dua gol dan satu assist, sedangkan Douvikas dan Ramon turut menyempurnakan pesta gol tuan rumah.
Bagi Manchester United yang ditangani Michael Carrick, kekalahan ini menjadi pekerjaan rumah besar. Lini pertahanan yang mudah ditembus dan kegagalan memaksimalkan peluang membuat Setan Merah tak mampu mengimbangi permainan Como.
Dengan enam poin dari tiga pertandingan, Como menjaga persaingan di Liga Champions 2026/2027. Manchester United, sebaliknya, harus segera berbenah jika ingin memperbaiki posisi dan menjaga peluang melangkah lebih jauh di kompetisi tersebut. (*)

