HUT ke-81 TNI AL, Pemkab Bengkalis dan Lanal Dumai Perkuat Kepedulian untuk Warga Pesisir

Beritariau.com, Bantan -- Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 TNI Angkatan Laut (TNI AL) menjadi momentum memperkuat kepedulian terhadap masyarakat pesisir. Bersama Pemerintah Kabupaten Bengkalis, TNI AL menggelar bakti sosial bagi nelayan dan masyarakat maritim di Kampung Nelayan, Desa Bantan Timur, Selasa (15/9/2026).
Kegiatan tersebut ditinjau langsung Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji bersama Wakil Bupati Bengkalis H. Bagus Santoso.
Dalam bakti sosial itu, masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan gratis serta bantuan paket sembako. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wujud kehadiran TNI AL dan pemerintah di tengah masyarakat yang berada di kawasan pesisir dan perbatasan.
Wakil Bupati Bengkalis Bagus Santoso mengatakan, makna kegiatan tersebut tidak seharusnya hanya dilihat dari jumlah bantuan yang diberikan maupun masyarakat yang mendapatkan pelayanan kesehatan.
"Jangan kita ukur kegiatan ini hanya dari berapa paket sembako yang dibagikan atau berapa orang yang diperiksa kesehatannya. Di balik semua itu ada pesan yang lebih besar, yaitu negara hadir, TNI hadir, pemerintah hadir di tengah masyarakat," ujar Bagus.
Menurutnya, masyarakat pesisir memiliki posisi strategis dalam pembangunan daerah. Kehidupan warga pesisir tidak terlepas dari sektor kelautan dan perikanan, perdagangan, serta berbagai aktivitas ekonomi yang berbasis maritim.
Karena itu, perhatian terhadap masyarakat pesisir dinilai perlu dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya melalui bantuan sosial, tetapi juga dengan memperluas akses kesehatan, pemberdayaan ekonomi dan pengembangan potensi lokal.
TNI AL Tegaskan Komitmen Bersama Masyarakat Maritim
Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Agung Nugroho Kusumaji menegaskan, bakti sosial tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI AL untuk terus hadir dan mendampingi masyarakat maritim.
Menurutnya, nelayan bukan hanya menggantungkan kehidupan dari laut, tetapi juga memiliki peran penting dalam menggerakkan perekonomian sekaligus menjadi bagian dari masyarakat yang beraktivitas di ruang laut Indonesia.
"Para nelayan dan masyarakat maritim tidak hanya menggantungkan kehidupan dari laut, tetapi juga menjadi bagian penting dari denyut nadi perekonomian serta penjaga ruang laut Indonesia," ujar Agung.
"Dari laut, kami mengabdi untuk masyarakat. Kami hadir bersama rakyat, TNI Angkatan Laut semakin kuat," tegasnya.
Kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk melihat langsung potensi serta kondisi sosial ekonomi masyarakat Desa Bantan Timur.
Kepala Desa Bantan Timur, Sani, mengatakan sekitar 45 persen penduduk desanya berasal dari Suku Akit. Masyarakat kini tidak hanya mengandalkan aktivitas ekonomi tradisional, tetapi mulai mengembangkan berbagai usaha kreatif yang memiliki nilai tambah.
Salah satu potensi yang berkembang adalah pengolahan arang berbahan tempurung kelapa. Produk tersebut bahkan telah mampu menembus pasar luar negeri.
"Arang kelapa dari Desa Bantan Timur saat ini sudah mampu diekspor ke Malaysia, dan tahun ini kami menargetkan bisa menembus pasar China," ungkap Sani.
Potensi tersebut dinilai dapat menjadi peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan sekaligus membuka lapangan pekerjaan baru.
Pemerintah desa berharap dukungan pemerintah daerah dan TNI AL terhadap masyarakat pesisir dapat terus berlanjut, sehingga potensi ekonomi lokal semakin berkembang dan masyarakat mampu tumbuh secara mandiri serta memiliki daya saing.
Kegiatan bakti sosial tersebut turut dihadiri Ketua Cabang 4 Korcab I Daerah Jalasenastri Armada I Ny. Genia Agung Nugroho Kusumaji, Palaksa Lanal Dumai Letkol Laut (P) Darmawan Wijaksono, Pasintel Lanal Dumai Mayor Laut (E) Sudaryana Qodrio, Kasi Or Jalasenastri Lanal Dumai Ny. Yuliana Sudaryana Qodrio, Staf Ahli Bupati Bengkalis Bidang Kemasyarakatan dan SDM Johansyah Syafri, serta sejumlah kepala perangkat daerah di lingkungan Pemkab Bengkalis. (*)

