Pria Ditemukan Meninggal di Belakang RS Unri, Polisi Ungkap Korban Pasien RSJ Tampan

Pria Ditemukan Meninggal di Belakang RS Unri, Polisi Ungkap Korban Pasien RSJ Tampan

Beritariau.com, Pekanbaru -- Warga dan mahasiswa Universitas Riau (Unri) dikejutkan dengan penemuan seorang pria meninggal dunia di area belakang Rumah Sakit Universitas Riau, Selasa (8/9/2026).

Pria tersebut kemudian diketahui bernama Candra Andika (23), warga Kepulauan Meranti yang merupakan pasien Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru.

Ditemukan Pekerja Renovasi Masjid

Penemuan korban pertama kali diketahui oleh seorang pekerja yang sedang melakukan renovasi di Masjid Arfa'Unnas, Kampus Unri.

Kanit Reskrim Polsek Binawidya, Iptu Martin L Munthe, mengatakan laporan diterima polisi sekitar pukul 12.00 WIB.

"Penemuan tadi sekitar pukul 12.00 WIB dilaporkan oleh tukang renovasi masjid. Posisinya jelang solat dzuhur," kata Martin, Selasa (8/9/2026).

Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada pihak keamanan kampus yang langsung mengamankan lokasi dan melaporkannya kepada kepolisian.

Polisi Lakukan Olah TKP

Martin bersama Wakapolsek Binawidya AKP Sony JR kemudian mendatangi lokasi. Polisi meminta keterangan sejumlah saksi serta mengamankan barang-barang yang berkaitan dengan kejadian tersebut.

Petugas Inafis Polresta Pekanbaru selanjutnya tiba untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Dari hasil pemeriksaan awal dan keterangan pihak RSJ Tampan, identitas korban akhirnya diketahui.

Korban Ternyata Pasien RSJ Tampan

Martin mengatakan Candra merupakan pasien RSJ Tampan yang diketahui meninggalkan rumah sakit sehari sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Keterangan pihak sekuriti RSJ Tampan mengakui dan memberikan keterangan bahwasanya mayat yang tergantung ini adalah pasien RSJ Tampan. Ia melarikan diri kemarin sekitar pukul 15.30 WIB," kata Martin.

Korban kemudian dievakuasi dari lokasi dan dibawa ke RS Bhayangkara Polda Riau untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Polisi masih melakukan penanganan dan pendalaman terkait peristiwa tersebut.

Bila Anda atau seseorang yang Anda kenal sedang mengalami krisis atau memiliki pikiran untuk menyakiti diri, segera hubungi orang tepercaya atau tenaga profesional kesehatan mental maupun layanan darurat setempat. (*)