Waspada! Kawanan perampok berpistol di Riau sasar truk yang melintas

Waspada! Kawanan perampok berpistol di Riau sasar truk yang melintas

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Kembali, truk yang melintas di jalan menjadi sasaran favorit para perampok. Kali ini, 2 unit truk Colt Diesel yang melintas secara beriringan di Jalan Lintas Kasang Padang-Sontang, Kecamatan Bonai Darussalam, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Kamis (10/03/16) sore sekitar pukul 18.00 wib, jadi target perampok bersenjata api (senpi).

Truk Colt Diesel jenis dump truck Nopol BM 8539 ME milik Monang Lubis dan truck Colt Diesel jenis bak kayu Nopol BM 9564 SU milik Nasrianto yang dikemudikan James Lingga dan kernetnya, Maskur Nawawi itu, tiba-tiba dihentikan oleh mobil jenis Isuzu Panther warna hijau disusul dengan 2 unit sepeda motor.

Berhasil menghadang dan menghentikan truk, kawanan rampok itu lalu menodongkan senjata api kepada Monang. Setelah mobil berhenti, pelaku lalu menyuruh Monang untuk turun dan keluar dari truk sambil mengarahkan senpi. Kemudian, para korban disuruh masuk ke dalam mobil Panther.

Dua orang dari kawanan perampok itu lalu mengambil alih truk. Didalam mobil Panther, ketiganya lalu diikat menggunakan tali plastik. Mulut serta mata ditutup menggunakan lakban warna hitam selanjutnya dibawa pergi.

Setelah menempuh perjalanan beberapa jam, para korban dengan posisi tangan terikat, mulut dan mata di lakban, lalu diturunkan dan ditinggalkan.

"Kami sudah menerima laporan itu dan kita dalam proses melakukan menyelidikan pelaku dan memeriksa saksi-saksi," jelas Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik MM, Jumat (11/03/16) sore.

 

Setelah ditinggalkan dan berhasil melepaskan tutup mata dan ikatannya, mereka ternyata berada di perkebunan karet yang berlokaksi di Kulim, Kecamatan Mandau Kabupaten Bengkalis.‎

"Kasus ini dilaporkan korban ke Polsek Bonai Darussalam Kabupaten Rohul," ujar Guntur.

Selain membawa 2 unit truk, kawanan rampok bersenpi itu, juga membawa kabur 1 unit handphone merk Mito type 570 warna putih dan uang Rp3 juta. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta," tukas Guntur. [red]‎‎