Usai Dugem, "Otak" Begal Pekanbaru Dilumpuhkan Timah Panas Polisi

ilustrasi tembakan/net
Beritariau.com, Pekanbaru - P (25) yang diduga sebagai otak sejumlah kejahatan begal di Kota Pekanbaru, Riau dilumpuhkan dengan timah panas oleh tim Pemburu Begal Satreskrim Polresta Pekanbaru, akhir pekan lalu.
Sebutir timah panas pun bersarang di bagian pinggang, lantaran ia berusaha kabur dari kepungan polisi.
Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Minggu (21/2) mengatakan, pelaku dikenal sangat licin dan kerap berpindah-pindah tempat. Ia juga sudah lama menjadi target operasi kepolisian.
Aksinya berakhir saat polisi mengendus keberadaannya usai dugem di MP Club di kawasan Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru. Saat akan ditangkap, pria kurus ini berusaha kabur, hingga aksi kejar-kejaran pun menyasar sampai ke lokasi parkiran.
"Begitu naik, tersangka P melihat anggota polisi, kemudian langsung menutup lift menuju lantai bawah. Lalu kami kejar sampai ke bawah dan yang bersangkutan berusaha kabur serta melawan petugas," ujar Guntur.
Karena melawan, polisi langsung menembak tersangka P sampai terseungkur. Setelah tak berkutik, P kemudian digotong ke RS Bhayangkara untuk mendapat perawatan.
"Sedangkan polisi lainnya melakukan pengembangan untuk melacak beberapa kawanan begal dari P. Pengakuannya P tidak beraksi sendiri, ada temannya," kata Guntur.
Beberapa jam usai P diciduk, tim Pemburu Begal Polresta Pekanbaru berhasil mengamankan tiga pria lainnya yang diduga kuat merupakan rekan P selama beraksi kejahatan di Kota Pekanbaru. Mereka tertangkap saat berada disalahsatu kamar hotel Red Planet di Jalan Tengku Zainal Abidin.
"Di dalam kamar tersebut kita mendapati tiga orang pria dan empat orang wanita. Saat itu kita duga mereka sedang mengkonsumsi narkoba jenis sabu. Mereka semua sudah kita bawa ke Mapolresta Pekanbaru untuk dimintai keterangan dan diperiksa secara intensif," terang Guntur.
Saat ini, polisi masih menyelidiki lagi dan melacak aktor lain dibalik kasus begal yang terjadi di Pekanbaru, khususnya yang melibatkan P. Polisi juga mendalami apakah tiga pria dan empat wanita tersebut ikut andil dan terlibat kejahatan atau tidak.
Belum diketahui sudah berapa kali P terseret aksi pembegalan. "Masih kita kembangkan, yang bersangkutan masih belum bisa dimintai keterangan karena masih dirawat intensif," pungkas Guntur. [pan]

