sekap operator, 8 perampok gasak angkut alat berat di Pelalawan

ilustrasi/net
Beritariau.com, Pekanbaru - Kawanan rampok bersebo menyekap dan mengikat Ade Saputra (32) yang sedang menjaga alat berat di kelurahan Teluk Meranti Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan. Pelaku lebih dari satu orang itu langsung mempreteli dan mengambil paksa perangkat alat berat bernilai ratusan juta rupiah itu.
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Herman Pelani, Minggu (21/02/16) mengatakan, aksi perampokan itu terjadi saat Ade petugas jaga alat berat itu sedang tidur di dalam kabin, Jumat (19/02/16) dini hari didatangi kawanan rampok bersebo.
"Lalu para pelaku menggedor pintu alat berat tersebut. Korban lagi lelap tertidur langsung terjaga ketika dipaksa turun oleh pelaku yang membawa senjata tajam jenis parang," ujar Herman.
Dikatakan Herman, Ade di paksa turun dan wajah di senter lampu, kemudian ditodong dengan parang oleh pelaku. Setelah turun, penjaga alat berat itu langsung dipaksa jongkok dan telungkup dibawah alat berat tersebut.
"Karena ketakutan, korban tak dapat berbuat banyak ketika disekap di bawah kolong alat berat, kemudian pelaku mengikat kedua tangan dan kaki korban dari belakang," kata Herman.
Tidak sampai disitu, korban ditutup tikar dan mulut disumpal kain sarung. Usai melumpuhkan penjaga alat berat itu, para kawanan rampok yang diperkirakan berjumlah delapan orang langsung beraksi untuk mempreteli onderndir alat berat milik Subur (51) warga kota Pekanbaru itu.
Menurut keterangan saksi (Ade), kawanan rampok sepesialis alat berat itu terlihat dengan mudah mempreteli onderdil.
"Dalam hitungan menit, pelaku berhasil mengambil batrai, travel motor kanan kiri, motor gas, tutup pompa atas, dinamo cas, merangkap komputer lengkap dengan soket, handle kaki, dan handle tangan alat berat itu," jelas Herman.
Kawanan rampok itu langsung kabur di kegelapan malam, sedangkan Ade berusaha melepas ikatan kedua tangan dan kaki saat di sekap di bawah kolong alat berat tersebut.
"Setelah berhasil lolos, penjaga alat berat itu berlari meminta pertolongan pada rekannya yang sedang tidur di barak," terang Herman.
Setelah mendapat pertolongan, operator alat berat menghubungi pemiliknya yang tinggal di Pekanbaru. Mendapat khabar alat beratnya di rampok, Subur langsung datang ke lokasi.
Melihat onderdil alat beratnya dipreteli dengan taksiran nilai ratusan juta rupiah itu, Subur langsung mendatangi Polsek Teluk Meranti untuk membuat laporan resmi.
"Laporannya sudah kita terima dan anggota kita sudah turun melakukan olah Tempat Kejadian Perkara, sedangkan keberadaan para pelaku masih kita selidiki," pungkas AKP Herman. [pan]

