Warga Minta Jembatan Penyeberangan Bagan Batu Dibongkar

Jembatan Penyeberangan di Bagan Batu/net
Beritariau.com, Bagan Sinembah - Sebagian masyarakat di Bagan Sinembah meminta agar Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pajak Baru untuk dibongkar.
Keinginan ini disampaikan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kabupaten Rokan Hilir (Rohil) Leonard Situmorang SH pada Kamis (18/2) kemarin.
"Ya, kemarin, Kamis (18/2/16) warga datang ke rumah saya minta agar JPO yang ada di Bagan Batu di bongkar, terutama yang di pajak baru," beber anggota Komisi A kepada Beritariau.com, lewat seluler.
Ia menjelaskan, keinginan warga di Bagan Sinembah ini dilatarbelakangi oleh keberadaan JPO yang tak dirasakan manfaatnya oleh warga. Apalagi konstruksi JPO tersebut agak rendah, sehingga sulit dilalui truk pengangkut arang.
Apabila memaksa untuk melintas, maka muatannya dapat tumpah dan mengganggu ketenangan warga yang sedang tidur.
Selain itu, Politisi dari Partai Gerindra juga menerima aduan atas insiden beberapa hari yang lalu. Dimana sebuah truk bermuatan alat berat tersangkut di JPO. Sehingga kondisi JPO saat ini mengalami kemiringan.
"Warga juga sudah melaporkan hal ini kepada Lurah Bagan Batu kota, kalau tidak salah dengar, tiga hari yang lalu," ungkap Leonard.
Untuk itu, masyarakat yang mengadukan, sambung Leonard, meminta agar JPO tersebut dibongkar karena tidak ada manfaat buat masyarakat.
"Saya minta juga masyarakat untuk membuat surat resmi untuk komisi A. Nantinya akan kita agenda kan agar masyarakat secara langsung menghadap DPRD terutama komisi A," kata Leonard.
Lebih jauh ia menjelaskan bahwa, JPO tersebut bukan dibangun pemkab Rohil, melainkan pihak swasta yang diketahui bernama Abeng warga Pekanbaru.
"Itu yang bangun pengusaha asal Pekanbaru, namanya Abeng," ungkap Leonard.
Saat ini, JPO yang ada di Bagan Batu berjumlah tiga buah, diantaranya di depan Suzuya, pajak baru dan di depan sekolah dasar negeri 001 dan 003.
Padahal, berdasarkan beberapa sumber mengatakan didepan SD yang saat ini berdiri JPO yang hingga kini tidak selesai pembangunannya, terdapat bangunan Halte yang kerap digunakan murid-murid SD menunggu dijemput orangtuanya saat pulang sekolah. Namun ketika dibangun JPO, halte tersebut sengaja dibongkar. [bim]

