Minta Polisi Stop Periksa Mahasiswa yang Dilaporkan Anto Rahman

Demo di Riau dihadang Pemuda Pancasila, Mahasiswa: Jangankan Trio Rahman, Penjajah pun kita usir!

Demo di Riau dihadang Pemuda Pancasila, Mahasiswa: Jangankan Trio Rahman, Penjajah pun kita usir!

FOTO : Korlap AMMPER Erlangga saat Orasi Didepan Kantor Kejati Riau

Beritariau.com, Pekanbaru - Untuk kesekian kalinya, puluhan mahasiswa menamakan ‎diri Aliansi Mahasiwa Masyarakat dan Pemuda Riau (AMMPER), Senin (22/02/16) siang sekitar pukul 11.00 wib di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, kembali berunjukrasa menuntut aparat penegak hukum mengusut dugaan korupsi di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau yang beberapa bulan terakhir kerap disuarakan.

Mereka menegaskan, tak sedikitpun merasa gentar atas sikap dan perjuangan mereka melawan indikasi dugaan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) di sejumlah proyek dan pratik ilegal di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terhadap APBD Riau 2015 sebesar Rp2 Trilyun. Sayang, lagi-lagi dalam aksi ini tanpa menyertakan data-data pendukung.‎

AMMPER menyebutkan, indikasi KKN dan ‎monopoli proyek di SKPD itu, melibatkan tiga kakak beradik yang mereka sebut sebagai Trio Rahman yakni Plt Gubri sendiri, Anto Rahman dan Juni Rahman.

‎Selain itu, mereka juga menuding nama-nama seperti Irma Rahman, Ari Nugroho, Ornalis, Yul Tarigan, Hamid Indra dan Edwar, diduga terlibat dalam praktik itu.

‎"Jangankan Trio Rahman, Penjajah pun bisa kita usir dari negara ini," teriak Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi AMMPER, Erlangga di depan Kantor Kejati Riau.

‎Dalam orasinya, Erlangga mengulas pernyataan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo yang telah mengingatkan Plt Gubri ‎Plt Gubernur Riau Arsyadjuliandi Rahman agar tak melakukan monopoli.

‎"Mendagri‎ sendiri sudah memperingatkan. Tapi kok diacuhkan. Kami dengar KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi, red) sedang di Pekanbaru. Jadi, tolong dengar suara kami," tandas Erlangga.

‎Selain tuntutan kasus dugaan korupsi, dalam aksinya, AMMPER meminta Kepolisian Resor (Polres) menghentikan pemeriksaan terhadap sejumlah mahasiswa antara lain ; Dodi Sugiarto, Erlangga dan lainnya, yang dilaporkan oleh Arsyadianto Rahman alias Anto Rahman atas tuduhan pencemaran nama baik atas aksi serupa yang dilakukan sebelumnya.

‎Pantauan dilokasi aksi, sebelum tiba dari longmarch di depan kantor Kejati Riau, massa AMMPER berkumpul di samping kantor Gubernur Riau dan Pustaka Wilayah (Puswil) Soeman HS.

‎Saat di titik kumpul itu, puluhan massa Pemuda Pancasila (PP) berseragam lengkap menghadang para pendemo. Mereka meminta spanduk para pendemo. Namun, sebelum situasi berujung bentrok, beberapa petugas polisi berpakaian preman langsung menengarai kedua belah pihak.

‎Akhirnya, massa AMMPER tetap beraksi sementara Pemuda Pancasila terpaksa harus ‎menerima saran kepolisian lantaran tak menyampaikan surat pemberitahuan.

‎Hingga berakhir, aksi ini berjalan kondusif dengan pengawalan ketat dari kepolisian. [‎red]