Bro! Di Kedai Tuak berpotensi aksi Kekerasan, Narkoba dan Curas

Bro! Di Kedai Tuak berpotensi aksi Kekerasan, Narkoba dan Curas

Ilustrasi | Beritariau.com 2015

Beritariau.com, Rohul - Keberadaan warung penjual tuak (Pakter tuak) di Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) sangat di khawatirkan. Pasalnya, tempat ini memiliki potensi besar tindak pidana seperti penganiayaan dan pencurian serta narkoba.‬

Beberapa bulan terakhir, sedikitnya terjadi 4 kasus pidana di yang rata-rata disebabkan mengkomsumsi minuman jenis tuak itu.‬

Kejadian pertama yakni Rabu (05/11/14) sekitar pukul 00.30 Wib. Korban bernama Sumasri (32) warga Lengkopan Kelurahan Pasir Pengaraian mengalami luka robek di kepala akibat dipukul oleh kawanan Sidik Cs ketika ingin melerai saat keributan di Parter tuak milik Behek yang letaknya di belakang rumah korban. Atas kejadian itu korban melapor ke Polsek Rambah.‬

‪Kejadian kedua pada Kamis (27/11/14) dini hari, anggota Satuan Reserse Narkoba Polres Rohul melakukan penangkapan terhadap AB alias Ucok (33), warga Desa Kuba yang saat itu hendak melakukan transaksi narkoba sebanyak 0,3 gram di samping Pabrik Kelapa Sawit (PKS) di Desa Batang Kumu Kecamatan Tambusai.‬

‪Kejadian ketiga, Jumat (13/12/14) sekitar pukul 06.00 Wib pagi. Korban Irwansyah (28), warga Desa Sungai Kuti Kecamatan Kunto Darussalam ini harus kehilangan sepeda motor kesayangannya di pakter yang terletak di Jalan Lingkar Desa Ujung Batu Timur Kecamatan Ujung Batu. Kerugiannya, diperkirakan lebih kurang Rp17 juta.‬

Kejadian keempat, yakni korban M Yunas, warga Desa Bangun Purba Timur, yang mengaku dikeroyok oleh lima remaja di warung tuak yang tak jauh dari rumahnya, pada Jumat (13/2/15) sekitar pukul 23.00 Wib.

‪Saat dikonfirmasi pada Selasa (10/03/15) siang, dirinya mengaku kejadian pengeroyokan itu dikarekan ketika dirinya mau pulang selesai minum tuak. Saat itu, Ia tak sengaja menyenggol salah satu sepeda motor pelaku.‬

"Saya mau keluarkan sepeda motor dari parkiran, tak sengaja nyenggol motor pelaku dan kemudian tumbang. Dia memarahi saya," kata Yunas di ujung teleponnya.‬

Karena tak terima, pelaku memanggil 4 orang rekannya, dan akhirnya korban dikeroyok hingga mengalami luka lebam di bagian kepala dan muka.‬ ‪Atas kejadian itu korban melaporkan kejadian itu ke Polsek Rambah untuk di proses lebih lanjut.‬

"Namun belum ada kejelasan laporan saya itu," tandas Yunas.‬

‪Diketahui sebelumnya, Kasat Pol PP) Rohul Roy Roberto mengatakan operasi Pekat di wilayah Rohul belum bisa secara maksimal, karena terkendalan dana operasional.‬

Roy juga menambahkan, anggaran keuangan 2015 untuk Satuan Satpol PP juga belum cair, padahal kebutuhan sangat diperlukan, terutama untuk biaya operasional kegiatan. [cp]

Tags :# hukum