Temui Kakanwil Kemenkumham, Ratusan Imigran Minta Dikirim ke Negara Ketiga

Masa imigran saat longmat ke kantor Kemenkumham Riau.

Beritariau.com, Pekanbaru – Ratusan Imigran kembali menggelar aksi menuntut, agar mereka segera dikirimkan ke negara ketiga, di kantor Kementerian dan HAM Provinsi Riau, Jalan Sudirman, Pekanbaru, Selasa (11/1/2022).

Sambil membawa poster, masa aksi meminta agar mendapatkan perlindungan dan difasilitasi ke negara ketiga.

Belum lama menggelar aksinya, perwakilan imigran langsung diterima petugas dan dipertemukan dengan Kakanwil Pujo Harinto, pihak Rudenim dan pihak UNHCR (PBB).

Setelah beberapa saat berdiskusi, Pujo Harinto juga turut keluar bersama para imigran.

Kepada awak media, Kakanwil mengatakan, terjadi diskusi panjang antara pihaknya dan para perwakilan imigran.

“Diskusi tadi kami lakukan karena masa aksi merupakan sesama saudara muslim. Dan kita juga ingin mengetahui apa permasalahannya,” ucap Pujo.

Pujo beranggapan aksi yang dilakukan para imigran, bukan untuk mendemo dirinya. Namun, karena ingin meminta perlindungan dan difasilitasi ke negara ketiga.

“Tadi kami diskusi panjang. Para imigran menyampaikan apa yang mereka rasakan. Karena mereka mengaku kehilangan tempat dan putus asa atas penyelesaian kepindahan ke negara ketiga,” ujar Pujo.

Pujo juga berharap awak media juga dapat tajam memberitakan nasib para imigran, agar pihak negara ketiga memberikan perhatiannya.

“Harapan mereka agar pihak negara ketiga sebagai tujuan membuka pintu selebar-lebarnya,” harap Pujo.

Pujo menjelaskan, faktor lambatnya para imigran mendapat izin, memang karena terkendala negara pihak ketiga. Selain itu, penyebab lainnya karena setelah beberapa imigran diterima, kemudian datang lagi ke Indonesia dalam jumlah yang besar.

“Untuk saat ini ada sebanyak 919 warga imigran di Provinsi Riau,” ujar Pujo.

Sedangkan, sejak ditampung di beberapa tempat di Pekanbaru. Para imigran menurut pengamatannya, tidak hidup dalam kondisi pas-pasan.

“Saya sudah cek tempat mereka, semuanya cukup untuk makan dan kebutuhan lainnya. Bahkan, anak mereka difasilitasi untuk bersekolah,” pungkasnya.***