Diduga Tanpa Ijin OJK

Ijazahnya Ditahan, Eks Karyawan Koperasi Ungkap Kedok Bisnis Rentenir

ilustrasi

Beritariau.com, Pekanbaru - Kasus penahanan Ijazah kembali terjadi, Seorang Mantan Karyawan di Koperasi Serba Usaha (KSU) Riau Jaya Mandiri bernama Immanuel Sipahutar (21), mengaku kecewa lantaran ijazahnya disandera asal Ia membayar uang pinjaman sebesar Rp104 Ribu dari tempatnya bekerja.

"Saya diminta membayar uang pinjaman Rp104.000. Sedangkan gaji saya selama 12 hari dianggap tidak ada," ungkap Imanuel, Kamis(18/11/21) lalu, di Pekanbaru.

Meskipun ia membayar uang pinjaman itu, ijazahnya tetap akan ditahan selama 3 (tiga) bulan. "Saya mau kerja apa, ijazah saya ditahan," katanya.


Tuding Rentenir Berkedok Koperasi
Kesal, Imanuel pun menelusuri kejanggalan di bekas tempatnya bekerja itu. Menurutnya, aktivitas yang dikerjakan Koperasi itu diduga tidak sesuai dengan UU Nomor 17 Tahun 2012 Tentang Perkoperasian dan malah mengarah ke Bisnis Jasa keuangan.

"Kami bekerja memberi pinjaman uang kepada masyarakat, dengan membebankan bunga 20 persen," katanya.

Lanjutnya, "Kalau harian seperti di pasar dan pedagang, keuntungan koperasi bisa 20 - 25 persen diluar dari potongan awal pinjaman untuk administrasi dan tabungan nasabah sebesar 15 persen," kata Imanuel.

Terkait gaji berdasarkan UMP/UMR/UMK dan BPJS ketenagakerjaan, Imanuel mengaku hal tersebut tidak ada dalam perusahaan.

Pantauan media, Kantor Unit Cabang KSU Riau Mandiri Jaya yang beralamat di Kawasan Kcamatan Bukit Raya kota Pekanbaru, tidak ada plang perusahaan.

Koperasi Sebut Penahanan Ijazah Sah
Menanggapi itu, pihak KSU yang diwakili Sitinjak dan Rio Saragih membenarkan penahanan ijazah itu. Alasannya, penahanan sebagai jaminan apabila karyawan membawa kabur uang Perusahaan

"Iya benar penahanan ijazah itu. Kan sudah ada hitam diatas putih. Itu sesuai SOP koperasi karena sebagai jaminan apabila si karyawan membawa lari uang," kata Rio, Sabtu (19/11/21), kemarin.

Menurut Rio, penahanan ijazah selama 3 (tiga) bulan dilakukan apabila ditemukan masalah tagihan di lapangan. "Apabila ada masalah di lapangan, ya jaminannya harus ijazah," tegas Rio.

Namun, saat ditanyakan terkait Usaha yang dijalankan oleh Koperasi itu, Rio terdiam. (*)