Polda Riau Klaim Kantongi Bukti

Jadi Tersangka Cabul, Dekan Fisip Syafri Harto Segera Diperiksa

Dekan Fisip UNRI Syafri Harto

Beritariau.com, Pekanbaru - Kepolisian Daerah (Polda) Riau akhirnya menetapkan Dosen sekaligus Dekan FISIP UNRI Syafri Harto sebagai tersangka kasus cabul. Polisi mengklaim telah mengantongi bukti kuat dalam kasus yang terjadi di ruang Dekan itu.

"Melalui proses gelar perkara, telah ditetapkan status Tersangka terhadap saudara SH dalam kasus Tindak Pidana Dugaan Perbuatan Cabul," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto, Kamis (18/11/21).

Dikatakannya, setelah melalui proses penyelidikan, keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang sudah diamankan, Penyidik akhirnya meningkatkan status kasus ini ke penyidikan dan mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan kepada Jaksa Penuntut Umum

Selanjutnya, Penyidik akan segera memeriksa Syafri Harto sebagai tersangka.

"Penyidik akan melakukan pemanggilan terhadap SH untuk diperiksa sebagai Tersangka," tutup Narto.

Sebelumnya, Kejaksaan Tinggi Riau menyatakan telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Kepolisian terkait kasus pelecehan seksual tersebut.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Marvelous, Selasa (16/11/2021) mengatakan, SPDP tersebut masuk pada Kamis tanggal 11 November 2021.

"Pada SPDP yang diterima dari penyidik Ditreskrimum atas nama Terlapor SH," ujar Marvelous.

Marvelous menjelaskan, paska menerima SPDP tersebut pihaknya langsung menerbitkan P-16. Untuk proses adalah administrasi di Kejaksaan terkait Surat Perintah Penunjukkan Jaksa Penuntut Umum untuk mengikuti perkembangan penyidikan yang dilakukan penyidik.

Artinya, jelas Marvelous, tim JPU saat ini sedang menunggu berkas perkara dari penyidik. Untuk selanjutnya dilakukan penelitian kelengkapan syarat formil dan materil perkara.

Penanganan kasus ini dilaporkan L (21), seorang mahasiswi jurusan Hubungan Internasional (HI) FISIP Unri, yang mengaku dilecehkan secara seksual, saat melapor ke Polresta Pekanbaru, Jumat (5/11/2021). 

Belakangan, penanganan perkara ini diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

Bahkan, perjalanannya penyidik melibatkan Tim Forensik Mabes Polri melakukan pemeriksaan menggunakan alat Lie Detektor, merupakan alat pendeteksi kebohongan.

Disisi lain, sebanyak 11 saksi dinyatakan telah dimintai keterangannya. Mereka adalah korban, keluarga korban, pembimbing akademis korban, staf dekan, petugas keamanan kampus, sekretaris jurusan, ketua jurusan, Ketua Advokasi Korps Mahasiswa HI (Komahi), teman korban, teman terlapor.

Selain itu, belum lama ini ruang kerja Dekan FISIP Unri juga telah di segel. Paska peningkatan status perkara naik ke penyidikan. Setelah penyidik meyakini adanya indikasi awal perbuatan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan terlapor.

Setelah laporan korban, SH tidak tinggal diam, dia balik melaporkan L dan admin akun @komahi-ur pada Sabtu (6/11/2021) kemarin, atas dugaan pencemaran nama baik. 

Sebelumnya viral, mahasiswi inisial L memberikan pengakuan pelecehan seksual yang dialaminya dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi Korps Mahasiswa HI (Komahi) Unri, dengan nama akun @komahi_ur.*