Polda Riau Tangkap 10 Ton Kayu Illog Dari Komplotan Anak Jenderal

Tim Ditreskrimsus bersama Brimob Polda Riau mengungkap aktivitas Ilog dan menangkap pelaku.

Beritariau.com, Pekanbaru - Paska Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setia Imam Efendi menggelar patroli udara, terhadap aktivitas Illegal Logging (Illog). Tim Direktorat Kriminal Khusus Polda Riau langsung bertindak membongkar mafia kayu atau illegal logging di hutan lindung daerah Siak Kecil Bengkalis, Selasa (16/11/2021) sore.

Petugas juga turut mengamankan otak pelaku yang disebut sebagai Mat Ari alias Anak Jenderal.

Sejumlah kayu hasil penebangan dari hutan lindung yang hendak diangkut turut diamankan dari lokasi.

Lokasi persis kegiatan pemuatan kayu ilog tersebut ditemukan ditepi sungai Siak Kecil. Sehingga, tim langsung menghentikan kegiatan tersebut.

"Kayu ini disebut milik Mat Ari alias Anak Jenderal dan berhasil diamankan," kata Kapolda Riau.

Dari lokasi pertama, tim kemudian melakukan penyisiran di Cagar Biosfer Giam Siak Kecil. Dengan hasil ditemukan barang bukti kayu kurang lebih 10 ton dengan jenis rimba campuran. 

Untuk proses penangkapan komplotan mafia kayu yang dipimpin pelaku Mat Ari alias Anak Jenderal, dilakukan tim gabungan yang diback up personel Brimob. 

''Operasi penangkapan dilakukan setelah sehari sebelumnya saya melakukan patroli udara dan menemukan aktivitas perambah hutan dibeberapa lokasi/koordinat. Dengan kayu illegal logging dihanyutkan ke sungai oleh kelompok Mat Ari alias Anak Jenderal ini," terang Agung.

Untuk proses hukum, pihaknya kata Kapolda, akan menindak tegas pelaku perambahan hutan.  Dengan penindakan tidak hanya sampai ke pekerja, tapi ia memastikan akan membongkar sampai ke pemodal.

Semalam, kapolda mengatakan perambahan hutan menjadi pintu awal terjadinya kerusakan lingkungan di Riau. Semula hutan dirusak lewat penebangan liar. Setelah dijarah kayunya, hutan asri itu kemudian mulai mengering dan mulai dibakar pada musim kemarau.

Tidak sampai 2-3 tahun, hutan itu dibakar dan berubah menjadi perkebunan yang digarap para pelaku secara ilegal dengan ditanami sawit. Muaranya hutan lindung, kawasan Suaka Margasatwa di Giam Siak Kecil dan Kerumutan itu kemudian menjadi perkebunan. Maka kita cegah dengan menjaga agar tidak ada lagi aktivitas perambahan hutan, illegal logging dan sebagainya.

Dilokasi Giam Siak Kecil, terlihat hutan yang tadinya hijau rimbun telah dijarah para pelaku illegal logging. Kayu-kayu alam itu ditebang dan diangkut lewat perairan.

Dari udara, terlihat kayu-kayu ditebang dan diolah seperti gelondongan dan papan siap jual. Kayu diangkut dari hutan dengan para pelaku membuat rel dari kayu yang sudah disusun.

Kayu dibawa dari hutan ke sungai dan diangkut ke darat. Terlihat banyak tumpukan-tumpukan kayu di dalam hutan. Demikianpun hutan di Kerumutan juga tak luput dari ulah penjarah. Nampak jejak penebangan kayu dan tenda-tenda biru berdiri di tengah rimbunnya hutan Kerumutan.

Atas penindakan ini, Kapolda mengatakan, penangkapan pelaku ini sebagai bukti negara hadir dan tidak boleh kalah dari kejahatan.***