Wow! Dekan FISIP UNRI Syafri Harto Tersangka Cabul

Dekan Fisip UNRI Syafri Harto

Beritariau.com, Pekanbaru - Akhirnya Penyidik Polda Riau, menetapkan Dekan Fisip Syafriharto sebagai tersangka dugaan pelecehan seksual terhadap mahasiswi inisial L.

Hal ini disampaikan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto, Kamis (18/11/2021) pagi. Dia mengatakan, penetapan tersangka dilakukan setelah melalui proses penyelidikan, keterangan saksi-saksi dan barang bukti yang sudah diamankan.

Setelah itu penyidik kemudian meningkatkan statusnya ke penyidikan dan dilakukan proses penyidikan dan telah melakukan gelar perkara.

"Saudara SH telah ditetapkan tersangka dalam kasus Tindak Pidana Dugaan Perbuatan Cabul," kata Sunarto.

Penyidik sebut Sunarto, juga telah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan kepada Jaksa Penuntut Umum.

"Dalam waktu dekat penyidik akan segera melakukan pemanggilan terhadap SH untuk diperiksa sebagai TSK," ujar Sunarto.

Dekan Fisipol Unri, SH ini tersangkut perkara hukum. Setelah adanya pengakuan pelecehan seksual seorang mahasiswi inisial L, yang viral berdurasi 13 menit 26 detik di Instagram @Komahi Ur. 

Dalam video itu, L memperkenalkan diri sebagai mahasiswi Jurusan Hubungan Internasional, Fakultas FISIP Universitas Riau, angkatan 2018.

Korban dalam video itu mengaku mengalami dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Dekan Fisip Syafriharto, yang juga sekaligus dosen pembimbingnya.

Pengalaman itu dikatakan L, terjadi saat korban melakukan bimbingan skripsi, pada Rabu (27/10/2021), sekitar pukul 12.30 WIB.

"Saya hanya berdua di dalam ruang dekan. Bapak Syafriharto mengawali pertanyaannya tentang pribadi saya, tentang kehidupan dan pekerjaan. Dia juga bilang i love you kepada saya. Saya jadi tidak nyaman," akui mahasiswi berinisial L, Jumat (5/11/2021).

Setelah selesai bimbingan skripsi, korban hendak pamit keluar ruangan. Namun, korban mengaku Dekan meremas pundaknya dan mendekatkan badannya kepada korban.

"Setelah itu dia pegang kepala saya dengan kedua tangannya, terus mencium pipi kiri dan kening saya. Saya sangat ketakutan dan menundukkan kepala. Tapi Bapak Syafriharto mendongakkan saya sambil berkata mana bibir mana bibir, membuat saya merasa terhina dan terkejut," tutur L.

Seketika L mengaku badannya lemas dan ketakutan dan spontan mendorong tubuh terduga pelaku.

"Pas saya dorong dia bilang, ya udah kalau enggak mau. Saya langsung keluar dari ruang dekan dan keluar dari kampus dalam kondisi ketakutan. Saya merasa sangat dilecehkan Bapak Syafriharto. Saya merasa trauma berat," ungkapnya.

Usai kejadian itu, korban menghubungi seorang dosen meminta untuk didampingi menemui kepala jurusan.

Korban berharap kepala jurusan mengganti dosen pembimbing skripsi, yang diduga melakukan perbuatan tak senonoh itu.

"Saya sudah berusaha meminta keadilan, tapi tidak dapat. Saya minta pertanggungjawaban dari perbuatan Bapak Syafriharto. Saya trauma berat," kata korban.***