SPDP Dugaan Pelecehan Seksual Dekan Fisip Unri Diterima Kejati Riau

Marvelous.

Beritariau.com, Pekanbaru - Laporan mahasiwi inisial L, atas dugaan pelecehan seksual dengan terlapor SH, Dekan Fisip Unri memasuki babak baru. Kejaksaan Tinggi Riau telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari penyidik Kepolisian.

Kepala Seksi (Kasi) Penerangan Hukum (Penkum) dan Humas Kejati Riau, Marvelous, Selasa (16/11/2021) mengatakan, SPDP tersebut masuk pada Kamis tanggal 11 November 2021.

"Pada SPDP yang diterima dari penyidik Ditreskrimum atas nama Terlapor SH," ujar Marvelous.

Marvelous menjelaskan, paska menerima SPDP tersebut pihaknya langsung menerbitkan P-16. Untuk proses adalah administrasi di Kejaksaan terkait Surat Perintah Penunjukkan Jaksa Penuntut Umum untuk mengikuti perkembangan penyidikan yang dilakukan penyidik.

Artinya, jelas Marvelous, tim JPU saat ini sedang menunggu berkas perkara dari penyidik. Untuk selanjutnya dilakukan penelitian kelengkapan syarat formil dan materil perkara.

Penanganan kasus ini dilaporkan L (21), seorang mahasiswi jurusan Hubungan Internasional (HI) FISIP Unri, yang mengaku dilecehkan secara seksual, saat melapor ke Polresta Pekanbaru, Jumat (5/11/2021). 

Belakangan, penanganan perkara ini diambil alih oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

Bahkan, perjalanannya penyidik melibatkan Tim Forensik Mabes Polri melakukan pemeriksaan menggunakan alat Lie Detektor, merupakan alat pendeteksi kebohongan.

Disisi lain, sebanyak 11 saksi dinyatakan telah dimintai keterangannya. Mereka adalah korban, keluarga korban, pembimbing akademis korban, staf dekan, petugas keamanan kampus, sekretaris jurusan, ketua jurusan, Ketua Advokasi Korps Mahasiswa HI (Komahi), teman korban, teman terlapor.

Selain itu, belum lama ini ruang kerja Dekan FISIP Unri juga telah di segel. Paska peningkatan status perkara naik ke penyidikan. Setelah penyidik meyakini adanya indikasi awal perbuatan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan terlapor.

Setelah laporan korban, SH tidak tinggal diam, dia balik melaporkan L dan admin akun @komahi-ur pada Sabtu (6/11/2021) kemarin, atas dugaan pencemaran nama baik. 

Sebelumnya viral, mahasiswi inisial L memberikan pengakuan pelecehan seksual yang dialaminya dalam video yang diunggah di akun Instagram resmi Korps Mahasiswa HI (Komahi) Unri, dengan nama akun @komahi_ur.***