Kejati Tunjuk 5 Jaksa Teliti Berkas Tersangka Dekan Fisipol Unri

Marvelous

Beritariau.com, Pekanbaru - Pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, menyatakan menunjuk 5 Jaksa untuk meneliti berkas perkara dugaan pelecehan seksual dengan pelapor mahasiswi Fisip Unri inisial L, dari Polda Riau.

Penunjukan ini paska diterimanya Surat penetapan tersangka SH Dekan Fisipol Unri, pekan lalu dari penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) dan Humas Kejati Riau, Marvelous, Kamis (18/11/2021) mengatakan, nantinya 5 Jaksa itu akan mengikuti perkembangan proses penyidikan di Kepolisian.

Kemudian, saat berkas perkara kasus ini telah diserahkan penyidik kepolisian, mereka juga akan meneliti kelengkapan persyaratan formil maupun materil perkara tersebut.

"Karena itu, saat ini kami masih menunggu penyerahan berkasnya dari penyidik," ujar pria akrab disapa Marvel ini.

Marvel mengatakan, status tersangka SH diterima dalam surat Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP).

“SPDP kemarin kita terima dari kepolisian kemarin, SH berstatus tersangka,” sebut Marvelous.

Diketahuinya status tersangka SH, melalui keterangan Kabid Humas Polda Riau, Kombes Sunarto,  Kamis (18/11/2021) pagi.

Narto menjelaskan, penetapan tersangka SH. Setelah penyidik melakukan l proses penyelidikan, memintai keterangan saksi-saksi dan mengamankan barang bukti, penyidik meningkatkan status penanganan perkaranya ke penyidikan.

“Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan gelar perkara,” kata Kombes Sunarto dalam keterangannya, Kamis (18/11/2021) pagi.

Penyidik dalam perkara ini juga telah mengirimkan surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU).

"Tersangka akan kita panggil dalam waktu dekat," ujar Narto.

Perkara ini bermula dari video pengakuan mahasiswi inisial L, yang viral. Terkait pengakuannya mendapat pelecehan seksual yang disampaikan di akun Instagram @komahi-ur berdurasi 13 menit 36 detik yang diunggah belum lama ini.

Pengakuannya, L mengatakan dilecehkan Dekan Fisip yang juga dosen pembimbingnya dengan mencium pipi kanan dan kiri, bahkan tersangka disebut berupaya mencium bibirnya.

Merasa trauma dengan mendapat perlakuan itu, L memutuskan membuat laporan ke Polresta Pekanbaru. Belakangan, kasusnya diambil alih Polda Riau.***