Kesal Dipecat, Alasan Otak Pelaku Pembobolan ATM BRI

Empat pelaku pembobolan ATM BRI.

Beritariau.com, Pekanbaru - Tim Jatantras Ditreskrimum dan Satreskrim Polres Rohul berhasil mengungkap dan menangkap empat pelaku pembobolan ATM BRI, serta pencurian dengan kekerasan (Curas) di jalan Diponegoro Simpang Kumu Rambah Hilir Rokan Hulu, pada Selasa (31/8/2021) lalu.

Otak pelaku mengaku karena kesal dipecat dari pekerjaannya sebelumnya. Sehingga berhasil membobol isi ATM sebesar Rp755 juta.

Dari total empat pelaku, RT adalah otak pembobolan ini. Niat melakukan karena kesal diberhentikan dari pekerjaannya sebagai pengawal teknisi ATM di PT SSI di bulan Juni 2021 lalu.

Kemudian RT memiliki ide merencanakan pembobolan dan menghubungi MA, diminta mencari 2 orang rekan lainnya untuk membantu dilokasi target.

Tidak butuh waktu lama, MA menghubungi dan mengajak HB serta BM yang mau membantu melakukan pencurian, yang telah disusun RT.

Menggunakan mobil Xenia warna putih dari Jakarta. Ketiganya berangkat menuju Pasir Pengaraian Kabupaten Rokan Hulu. Tiba, pada Sabtu (28/8/2021) di Rantau Berangin Kabupaten Kampar rombongan langsung bertemu dengan pelaku RT, dan berangkat ke Pasir Pangaraian.

“Para pelaku sempat menginap di kerabat RT, sambil kembali membahas rencana pembobolan,” kata Sunarto.

Selasa (31/8/2021) sekitar pukul 22.00 WIB, rencana awal dilakukan dengan mendatangi rumah Danil Sapta, yang dilakukan HB, mengaku utusan dari pimpinan Bank BRI.

Mendengar kata pimpinan, Danil menyanggupi dan mengarahkan korban bertemu disebuah bank di Pasir Putih, setelah menyelesaikan memperbaiki kerusakan ATM.

Korban yang telah ditunggu dan menyelesaikan pekerjaannya, lalu dipanggil ke mobil pelaku karena telah ditunggu pimpinan.

Namun, saat mendekati mobil, MA telah menodongkan pisau sangkur sambil berkata “Turuti kemauan kami, kau aman”. Selanjutnya, mulut korban dilakban dan tangan diikat tali nilon.

Korban pun langsung dibawa ke ATM BRI yang berada di Jalan Diponegoro Simpang Kumu, Desa Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu. Namun, tidak langsung beraksi karena orang masih ramai dan pergi sebentar menunggu sepi.

Saat kembali situasi sudah sepi, lalu korban dibawa untuk membuka brangkas ATM BRI tersebut. Kemudian menguras semua isinya dan kabur.

Setelah tiba di jembatan Batang Lubuh jalan Lingkar Desa Pemartang Berangan Kecamatan Rambah, Rohul. Korban diturunkan dengan keadaan tangan terikat dan mulut dilakban.

“Menghilangkan jejak. Para pelaku kabur kearah Sumbar. Disana langsung membagi hasil,” kata Narto.

Untuk bagian para pelaku, tiga orang yakni RT, HB dan MA masing-masing mendapat Rp180 juta. Sedangkan, BM mendapatkan Rp 130 juta.

“Sisa dua juta di sisihkan pelaku sebagai uang akomodasi,” jelas Narto.

Para pelaku disangkakan melakukan tindak pidana pencurian dengan kekerasan sebagaimana dimaksud dalam rumusan Pasal 365 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maks 9 tahun penjara.***