Tak Terima Anaknya Dianiaya,

Warga Laporkan Pelaku Pengeroyokan ke Polsek Rumpes

Beritariau.com, Pekanbaru - Tidak Terima anaknya dijemput paksa dari rumah, dikeroyok, bonyok lagi ditahan di Polsek Rumbai Pesisir (Rumpes), Hasudungan Sihombing, warga Jalan Kemping, Kelurahan Lembah Damai balik mem-"polisi"-kan pelaku pengeroyokan. 

Pelapor, Hasudungan Sihombing usai membuat laporan di SPKT Polsek Rumpes, Senin (13/9/2021), menyebutkan kasus pengeroyokan dan penganiayaan itu terjadi pada Sabtu (11/09/2021), sekira pukul 17.00 WIB.

Ketika itu ada beberapa orang pemuda mendatangi rumahnya untuk mencari putranya, Sahut Sihombing (21). Tetapi waktu itu anaknya masih di tempat kerja. Pengakuan mereka adalah dari keluarga sang pacar, dan menuding korban telah melakukan pencabulan terhadap pacarnya.

"Padahal yang saya dengar anak saya itu sudah berpacaran 2 tahun," ungkapnya. 

Namun ketika itu di rumah ada abang kandung korban, Esron Sihombing. Para pemuda ini masuk ke rumah dan memeriksa setiap kamar rumah untuk mencari adiknya. 

"Saya kaget dan jawab adik saya tidak ada di rumah, akan tetapi mereka langsung masuk saja ke dalam rumah untuk mencari adik saya,'' katanya kepada sejumlah wartawan usai menjadi saksi atas pengeroyokan dan penganiayaan itu, Senin (13/9/2021). 

Tak lama berselang, masih cerita Erson, adiknya dari tempat kerjanya. Para pemuda itu langsung mengeroyok adik Esron. '' Saya tidak kenal dengan para pelaku yang mengeroyok dan memukuli adik saya, karena ramai," tuturnya.

Aksi pengeroyokan dan penganiayaan itu terekam video amatir dan beredar di media sosial (medsos). Yang lebih mengagetkan Hasudungan Sihombing datanglah surat perintah penahanan dari Polsek Rumpes.

Atas perlakuan pengeroyokan dan penganiayaan itu, ayah korban Hasudungan Sihombing tidak terima dan balik melaporkan pihak pelaku.

''Saya tidak terima, anak saya diperlakukan seperti itu, dipukuli dan dikeroyok seperti tidak ada rasa kemanusiaan, setelah muka lebam-lebam dan bengkak anak saya dimasukan ke dalam penjara,'' ucapnya dengan nada sedih.

Sementara ibu korban terus menangis. Mereka sangat menyayangkan tindakan layaknya seperti premanisme terhadap anaknya itu. Jika pun dituduh melakukan pencabulan, bisa dibicarakan secara baik baik dan kekeluargaan. Tidak dengan cara kekerasan.

''Yang membuat saya sangat sedih. Wajah anak saya itu lebam dan bengkak akibat penganiayaan dan pengeroyokan yang diduga pelakunya adalah keluarga dari pacar anak saya itu,'' kata wanita ini sambil mengusap airmata.

Oleh karena itu, dia memohon kepada bapak bapak polisi untuk segera menangkap para pelaku. ''Apalagi, para pelaku menjemput secara paksa anak saya dari rumah. Semoga hukum dan keadilan ditegakkan,'' ucapnya.

Kapolsek Rumbai Pesisir Kompol Pauzi, SH.MH saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp (WA), mengaku belum mendapat laporan terkait kasus tersebut karena sedang tidak masuk kerja karena sakit.

Pauzi menyarankan untuk menanyakan masalah itu kepada Kanit Reskrim atau Humas. "Gak ngerti saya pak, saya lagi sakit langsung saja ke Kanit Reskrim atau Humas Polsek," katanya.

Terlepas soal itu, setelah dimintai keterangan di bagian Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Rumpes, penyidik langsung memproses laporan itu.

Anaknya yang masih ditahan di sel Polsek Rumpes terlihat dibawa penyidik ke dalam mobil untuk divisum di Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau. 

'"Semoga para pelaku pengeroyok dan penganiaya anak saya secepatnya ditangkap Pak Polisi,'' kata Hasudungan Sihombing, pelapor dengan nada berharap. *