Kronologis Bocah Dimutilasi di Inhu

Kapolres Inhu, AKBP Bachtiar Alponso SIK MSi, didampingi Kasat Reskrim Polres Inhu AKP Firman Fadhila SIK MM dan PS Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran, saat menjelaskan kronologis pembunuhan bocah.

Kepolisian Resor (Polres) Indragiri Hulu (Inhu) berhasil mengungkap, siapa yang begitu sadis menghabisi bocah inisial BFR (13) hingga putus kepala, yang ditemukan pada Senin (30/8/2021) sekitar pukul 9.00 WIB, didalam kebun kelapa sawit divisi I blok B16, Penyaguan Kecamatan Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).

Kapolres Inhu, AKBP Bachtiar Alponso SIK MSi, menjelaskan, bahwa jasad korban pertama kali ditemukan dua orang warga yang ikut mencari korban, Karisma dan Robinhod.

“Jasad korban ditemukan setelah dua saksi mencium aroma tak sedap disekitar lokasi temuan,” ungkap mantan Sespri Kapolda Riau ini, saat didampingi Kasat Reskrim Polres Inhu AKP Firman Fadhila SIK MM dan PS Paur Humas Polres Inhu, Aipda Misran di teras Mako Polres Inhu, Jumat 10 September 2021 sore.

Dari hasil pendalaman, dilengkapi keterangan saksi-saksi pelaku nekad menghabisi nyawa korban dilatarbelakangi sakit hati.

“Pelaku gelap mata, karena sering mendapatkan perkataan kasar,” ungkap Alfonso.

Kronologis aksi nekad pelaku berawal, pada Jumat (27/9/2021) sekitar pukul 10.00 WIB, korban meminta izin pada ibunya untuk pergi main game, di simpang perumahan divisi I PT PAL, karena disana ada jaringan internet.

Sekitar pukul 11.00 WIB, korban sempat pulang kerumahnya untuk makan siang. Kemudian pergi lagi bermain.

Tiga jam berselang, sekitar pukul 14.00 Arikson bapak korban yang pulang ke rumah usai memanen sawit di lahan PT PAL, sempat menanyakan keberadaan anaknya kepada istrinya dan dijawab pergi bermain disimpang divisi.

Namun, hingga sekitar pukul 18.00 WIB korban tak kunjung pulang kerumahnya. Sehingga, bapak dan ibunya berupaya mencari keberadaan korban. Namun, hingga larut malam pencarian tidak membuahkan hasil.

Esoknya, Sabtu (28/8/2021) karena korban tidak juga muncul, pencarian pun ikut dibantu warga sekitar tetapi tetap tidak membutuhkan hasil.

Dua hari kemudian, persisnya pada Senin (30/8/2021) sekitar pukul 9.00 WIB Karisma dan Robinhod yang ikut mencari. Akhirnya menemukan jasad korban yang berawal dari mencium aroma tak sedap didalam kebun kelapa sawit divisi I blok B16.

Saat mendekati sumber bau itu, kedua saksi dikagetkan melihat kepala manusia tanpa badan. Tak jauh dari temuan pertama, juga didapati bagian tubuh manusia yang masih berpakaian lengkap, celana pendek warna hitam dan baju kemeja motif kotak warna hijau,

“Apa yang dikenakan jasad bocah itu, sama persis dipakai korban saat terakhir pamit untuk bermain ke simpang divisi I,” ungkap Kapolres.

Dari lokasi tersebut, keluarga dan warga sekitar langsung melaporkannya ke Polsek Batang Gansal.

“Untuk mengungkap pelakunya, Senin 30 Agustus 2021, Kasat Reskrim Polres Inhu membentuk tim gabungan yang dibantu oleh Jantanras Polda Riau dan Polsek Batang Gansal untuk melakukan penyelidikan kasus ini,” jelas Alfonso.

Selanjutnya, tiga hari mendalami keterangan saksi-saksi dilapangan. Tepatnya Jumat (3/9/2021) tim gabungan menemukan sejumlah petunjuk yang mengarah pada salah seorang karyawan PT PAL, yakni PM.

“Malamnya, sekitar pukul 23.00 WIB tim memburu PM dan berhasil mengamankan tersangka dirumahnya, yakni perumahan karyawan divisi I PT PAL,” ujar Alfonso.

Dari hasil interogasi yang dilakukan tim gabungan, akhirnya PM mengaku telah membunuh korban dengan cara membacok badan dan leher korban menggunakan kapak.

“Pelaku mengaku secara sadis sengaja memutus kepala korban,” jelas Kapolres.

Menurut keterangan pelaku, sebelum menghabisi nyawa korban, pada Jumat (27/8/2021) sekitar pukul 12.00 WIB tersangka yang bergerak menuju lokasi kerjanya memanen buah kelapa sawit, tiba disimpang divisi I.

Saat itu, pelaku melihat korban duduk sambil bermain handphone, kemudian pelaku menyapa korban dengan mengatakan "ngapa kau duduk disitu ikan teri". Namun teguran ini mungkin membuat korban kesal sehingga korban menjawab dengan kata-kata yang kurang sopan.

Meski tersinggung tersinggung pelaku tetap melanjutkan perjalanan menuju lokasi kerja, tak jauh dari tempat korban duduk sambil bermain handphone.

Saat tiba dilokasi kerja, kemudian pelaku meletakkan semua peralatan kerja dan melihat kearah tanggul tempat korban duduk. Selanjutnya, pelaku melanjutkan pekerjaannya memanen sawit.

Sekitar setengah jam kemudian, pelaku kembali mengarahkan pandangannya ke tempat korban duduk dan ternyata korban sudah ada. Kemudian muncul niat pelaku untuk menghabisi korban.

Lalu, pelaku mendekati korban sambil membawa kapak dan mengajak korban untuk melihat tajur ikan, anehnya, seolah-olah tak memiliki firasat buruk, korban ikut saja ajakan untuk melihat tajur ikan itu.

Setelah berjalan sekitar 100 meter, pelaku langsung mengayunkan kapak kearah korban yang menghantam bagian dadanya. Korban sempat berteriak dan berusaha lari dalam keadaan terluka, namun pelaku terus mengejar. Dan setelah dekat, korban kembali dihantam dengan mengayun kapak kebagian leher korban dan langsung tersungkur, tapi tetap saja berteriak.

“Pelaku yang kerasukan setan langsung memenggal kepala korban dengan kapak hingga putus, kemudian membuang badan dan kepala korban kedalam kanal tak jauh dari lokasi, lalu menutupi ceceran darah menggunakan pelepah sawit kering,” ujar Kapolres.

Dari lokasi, pelaku pergi ke kanal tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk mencuci badan dan pakaiannya yang terkena percikan darah. Kemudian pulang kerumahnya seperti tidak ada kejadian apa-apa.

“Tersangka dijerat pasal 80 ayat (3) junto 76C undang-undang nomor 35 tahun 2014 perubahan undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dan pasal 340 atau 338 Kitab Undang-undang Hukum (KUH) Pidana dengan ancaman hukumana 20 tahun penjara,” papar Kapolres.

“Pada kasus ini modus pembunuhan yang dilakukan pelaku, karena tersangka sakit hati dengan orang tua dan korban yang selalu berkata kasar padanya,” ungkap Kapolres.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan Barang Bukti (BB) berupa 1 unit sepeda motor Honda Revo Fit BM 5862 BAA milik tersangka, 1 buah kapak dengan gagang kayu, 1 lembar baju kaos warna kuning dengan kerah warna hitam, 1 lembar celana bola warna coklat kombinasi hijau dan sepasang sepatu yang digunakan untuk panen sawit warna putih.***