Eits ! Geng Wulan si Pengedar Sabu di Dumai keluar dari Markas

Ilustrasi | Beritariau.com 2014

Beritariau.com, Pekanbaru - Masih ingat Wulan (28) si pembawa narkoba jenis sabu yang diselipkan di pembalut yang dipakainya saat ditangkap petugas Bea dan Cukai kota Dumai di Pelabuhan Fery Internasional Sabtu (15/11/14) kemarin? [Baca : Olala ! Wulan Selipkan Sabu-sabu Dalam Pembalut]

Nah, ternyata kasus itu berkembang. Akhirnya, NR (39), pria yang jadi komplotan Wulan akhirnya keluar dari persembunyiannya dan ditangkap oleh Polres Dumai.

"Setelah penangkapan terhadap tersangka Wu, Polres Dumai melakukan pengembangan. Lalu ditangkap lah NR, saat datang ke Dumai dari Malaysia," ujar Kabid Humas Polda Riau AKBP Guntur Aryo Tejo Sik, Senin (17/11/14).

Seperti diberitakan sebelumnya, Wulan yang sebelumnya ditangkap Bea dan Cukai dari hasil pemeriksaan di Pelabuhan, membawa sabu seberat 949,53 gram, hampir satu kilogram yang disimpan dalam Bra, celana dalam dan dalam baju yang digunakannya, Sabtu (15/11/14) lalu.

"Tersangka Wu ini pernah juga membawa sabu dari Malaysia dan berhasil lolos dari pemeriksaan petugas pada september 2014 lalu, hingga lolos dibawa ke Jakarta, Wu mengaku diberi upah Rp 17 juta sekali mengantar barang itu. Namun Wu ditangkap, saat akan membawa sabu yang kedua kalinya," kata Guntur.

Dari keterangan Wulan kepada Polisi, barang tersebut milik seseorang yang ia panggil Dady atau Bapak di Jakarta. Setelah barang tersebut diterima Dady, Wulan mendapatkan upah Rp17 juta.

"Rute nya begini, Wulan membawa sabu dari Johor Malaysia, kemudian naik kapal ke Batam (Kepulauan Riau), lalu ke pelabuhan Dumai (Riau), kemudian ke Jakarta melalui Darat," terang Guntur.

Setelah Wulan ditangkap BC, kemudian diserahkan ke Polres Dumai bersama barang bukti berupa 4 unit Hp, tiket kapal, Pasport, KTP, Pakaian dalam, bra, pembalut dan celana dalam yang digunakan untuk menyembunyikan barang yang diduga sabu-sabu.

"Saat petugas memeriksa tersangka Wu, kemudian Wu mengaku disuruh oleh NR, kamudian NR dipancing untuk datang ke Dumai. Saat tiba di Dumai, NR pun lalu dibekuk ketika turun dari kapal di Pelabuhan Dumai pada Minggu (16/11/14) kemarin," jelas Guntur.

Untuk tersangka NR, setelah ditangkap lalu dilakukan pemeriksaan secara intensif. Kemudian NR mengaku juga pernah membawa sabu dari Malaysia ke Indonesia sebanyak dua kali. Yakni pada bulan Maret 2014 dan Agustus 2014.

"Rute perjalanan NR membawa sabu, dari Johor, ke Pelabuhan Batam, lalu ke pelabuhan Dumai, selanjutnya ke Jakarta melalui darat, sama dengan rute Wulan, namun NR ini sudah pernah dua kali berhasil lolos membawa sabu ke Indonesia," terang Guntur.

Tersangka NR, mengaku diberi upah Rp 12 juta saat membawa sabu pertama ke Indonesia. Kemudian, diupah Rp 15 juta pada saat membawa sabu yang keduakalinya. Namun, NR mengaku tidak tahu berapa jumlah sabu sebelumnya yang berhasil lolos dibawa ke Indonesia.

"Dari pengakuan NR, sabu didapat dari seorang bandar di Malaysia, dan ini masih kita selidiki, berkoordinasi dengan petugas Malaysia," katanya. [Pan]

Tags :# hukum