Kasus Suap Annas Maamun
Diperiksa KPK, Big Bos PT Duta Palma Surya Darmadi Lari Terbirit-birit

Ilustrasi | Beritariau.com 2014
Beritariau.com, Pekanbaru - Saat pemeriksaan marathon terhadap sejumlah saksi kasus dugaan suap Annas Maamun dan Gulat Manurung oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (24/10/14), di Ruang Catur Prasetya Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Riau di Pekanbaru, terjadi pemandangan menggelikan.
Pantauan Beritariau.com di lapangan, seorang saksi yang diketahui merupakan Big Bos perusahaan kebun kelapa sawit PT Duta Palma Nusantara, Surya Darmadi, usai diperiksa sekitar pukul 11.00 WIB, lari terbirit-birit menuju mobil Land Cruiser warna Hitam dengan nomor polisi B 19 P.
Sumber Beritariau.com di lokasi pemeriksaan, bahwa pria tua yang lari terbirit-birit itu adalah Surya Darmadi yang merupakan pemilik perusahaan kebun itu. Ia datang ditemai dua orang staffnya.
Petugas KPK yang dikonfirmasi terkait identitas Surya Darmadi tak hanya terdiam. Biasanya, meski enggan membenarkan, jika saat ditanya terdiam, maka, pertanyaan ini dibenarkan oleh KPK.
"Apa harus dijawab untuk membenarkan. Diam kan bisa juga membenarkan," ujar seorang penyidik kemarin saat dihujani pertanyaan oleh wartawan terkait identitas para saksi.
Seperti diberitakan sebelumnya, kecurigaan publik akan keterlibatan perusahaan kebun kelapa sawit dalam kasus dugaan suap semakin kuat sejak penggeledahan markas operasi kantor PT Duta Palma Nusantara di Riau belakang kawasan Purna MTQ Jalan M Jamil Kecamatan Bukit Raya Kota Pekanbaru, Senin (20/10/14) lalu.
Pada penggeledahan itu, sumber Beritariau.com menyatakan bahwa bukti dan dokumen pengeluaran uang menjadi incaran KPK. Selain memeriksa jajaran manajemen, KPK juga memeriksa sejumlah komputer pencatat data transaksi laporan keuangan. [Baca : KPK Mengendus Asal Dana Suap Annas Maamun dari PT Duta Palma]
Informasi yang berhasil dirangkum, seorang pegawai PT Duta Palma Nusantara berinisial ST, cukup dikenal di jajaran Pemprov Riau. Karena jabatannya, beberapa sumber di Pemprov Riau cukup mengenal namanya saat ditanyakan Beritariau.com.
Namun, saat akan ditanyakan apakah Ia ikut diperiksa saat digeledah di kantornya, nomor seluler ST yang biasanya aktif, beberapa hari sejak penggeledahan tak bisa dihubungi.
Bahkan, konfirmasi terhadap beberapa pemberitaan sebelumnya yang dikirimkan melalui surat elektronik ke kantor pusat PT Darmex Agro yang menaungi sejumlah anak perusahaan Duta Palma, tak juga berbalas.
Perlu diketahui, beberapa bulan belakangan, sejumlah perusahaan grup Duta Palma cukup sering mendapat sorotan warga.
Selain di konflik dengan warga di Kabupaten Kuansing yang sempat "meledak" [Baca : Ini Penyebab Warga Kuansing vs PT Duta Palma Nusantara "Meledak"] , juga di Kabupaten Pelalawan [Baca : Warga 4 Desa di Pelalawan Pertanyakan Lahan APL di PT MAL, Grup Duta Palma] dan di Kabupaten Indragiri Hulu. [TIM]

