Rakyat Riau Bersiap Bergerak! 10 Ribu Massa Bakal Geruduk PHR Bawa 5 Tuntutan

Beritariau.com, PEKANBARU - Presidium Perjuangan Rakyat Riau yang diinisiasi oleh Lembaga Laskar Melayu Bersatu (LLMB) Riau, Kepri dan Sumut dan Gerakan Masyarakat Adat (GEMA) Melayu Riau menggelar pertemuan dengan sejumlah ormas dan paguyuban dari berbagai suku yang ada di Riau, BEM dan sejumlah organisasi mahasiswa, Selasa (3/11/2026) di Rumah Besar Perjuangan Rakyat Riau di Pekanbaru. Pertemuan ini juga merupakan rangkaian dari persiapan dari rencana aksi yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 November 2026 nanti. Sekitar 10 ribu massa rencananta siap turun dalam aksi tersebut.
Berdasarkan undangan resmi yang diterima media ini, adapun sejumlah organisasi yang hadir yaitu, LLMB Riau, GEMA Riau, LAM Riau, FKPMR, PKBR, IKJR, IKM Riau, Permasa Riau, HIMNI, IKKS, Misuri, Sriwijaya, Pujakesuma, Patri Riau, FKUB Riau, DPPS, FPK Riau, RMRB, IKM, KAMMI Riau, HMI Riau, IMM Riau, PII Riau, PMII Riau, GMNI Riau, IKLA RGS Riau, BEM Unri, BEM UIN, BEM UIR, BEM Umri, BEM Unilak.
Panglima Pucuk LLMB Riau, Sumut dan Kepri, Ismail Amir, menyampaikan pertemuan hari ini merupakan upaya menyatukan masyarakat Riau untuk bersama-sama menyatukan persepsi kalau Riau ini milik masyarakat Riau.
Menurutnya selama ini, rakyat Riau belum menikmati hasil dari sumber daya alam yang diambil dari tanah Melayu, makanya perjuangan ini bertujuan bagaimana rakyat Riau bisa menikmati hasil dari sumber daya yang diambil dari Riau.
"Melalui pertemuan ini kami mengajak semua suku-suku yang ada di Riau, semua elemen masyarakat lainnya, termasuk juga mahasiswa mari bersama-sama kita berjuang untuk memperjuangkan hak-hak rakyat Riau," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Umum GEMA Riau, Datuk Taufik Tambusai meminta dukungan semua pihak atas perjuangan yang sedang dilakukan.
"Kami mengundang bapak-bapak dan ibu-ibu semua, bukan bermaksud menggurui, namun kami mengajak kita semua berjuang bersama, karena kita punya problem yang sama," ujarnya.
Tentunya, perjuangan ini butuh masukan, kritik dan saran agar perjuangan ini bisa berjalan sebagaimana mestinya, tidak ada cerita di belakang.
Di sisi lain, Ketua Panitia Aksi 10 November, Said Lukman, menegaskan kalau aksi yang akan dilaksanakan merupakan aksi kemanusiaan, bukan aksi anarkis, yang nanti akan dilakukan di depan kantor PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).
Ada berbagai tuntutan yang akan disampaikan, semuanya terkait hak-hak rakyat Riau yang selama ini diabaikan oleh pemerintah pusat.
"Tidak akan ada yang ke Jakarta, orang Jakarta kita minta datang ke Riau," tegasnya.
Atas sejumlah ironi yang dialami oleh rakyat Riau, Said Lukman mempertanya apakah rakyat Riau ini masih dianggap sebagai anak bangsa?
Adapun lima point Gugatan Rakyat Riau kepada Pemerintah Pusat yang akan disampaikan dalam aksi tersebut, diantaranya:
1. Menuntut pembagian Dana Bagi Hasil Minyak dan Gas (DBH Migas) sebesar 70% untuk Rakyat Riau;
2. Menuntut pembagian Dana Bagi Hasil Sawit (DBH Sawit) sebesar 70% untuk Rakyat Riau;
3. Menuntut kembalikan Lahan Sitaan Negara oleh Satgas PKH kepada Masyarakat Adat dan Masyarakat Tempatan di Riau;
4. Menuntut Kebun Plasma 20% setiap Perusahaan Pemegang izin Hal Guna Usaha (HGU) untuk Rakyat Riau; dan
5. Menuntut Pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) tentang Tenaga Kerja Lokal sebesar 60% di Seluruh Perusahaan di Riau. (*)

