Tiga Menteri Dijadwalkan ke Rohil, Pemkab Matangkan Persiapan Ekspor Perdana ke Malaysia

Tiga Menteri Dijadwalkan ke Rohil, Pemkab Matangkan Persiapan Ekspor Perdana ke Malaysia

Beritariau.com, BAGANSIAPIAPI – Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir (Pemkab Rohil) mulai mematangkan persiapan menyambut kedatangan tiga menteri pada 16 November 2026. Kunjungan tersebut berkaitan dengan peluncuran operasional Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Koperasi Produsen Karya Sarana sekaligus pelepasan ekspor perdana produk koperasi ke Malaysia.

Persiapan dibahas dalam rapat koordinasi lanjutan yang dipimpin Sekretaris Daerah Rohil, Sarman Syahroni, secara virtual melalui Zoom Meeting, Jumat (6/11/2026). Rapat melibatkan Kementerian Koperasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perdagangan, serta Pemerintah Provinsi Riau.

Sarman mengatakan, agenda tersebut menjadi momentum penting bagi Rokan Hilir untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama melalui sektor perikanan dan hasil perkebunan yang berorientasi ekspor.

Rombongan menteri dijadwalkan tiba pada Senin (16/11/2026), sedangkan acara puncak peluncuran SPBUN dan pelepasan ekspor akan berlangsung Selasa (17/11/2026).

“Mudah-mudahan kehadiran para menteri ini dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat di Rokan Hilir. Pemda Rohil siap menjadi tuan rumah yang baik dan menyambut seluruh tamu dari kementerian dengan maksimal,” ujar Sarman.

Untuk menyukseskan agenda tersebut, Pemkab Rohil turut mempercepat pembenahan infrastruktur dan kebersihan lingkungan. Dinas Pekerjaan Umum telah diinstruksikan memperbaiki sejumlah ruas jalan menuju lokasi kegiatan, terutama akses yang mengalami kerusakan.

Koordinasi lintas organisasi perangkat daerah juga dilakukan untuk memastikan kawasan acara tertata dan bersih saat kunjungan berlangsung.

Pemkab Rohil berharap peluncuran SPBUN dan ekspor perdana ke Malaysia tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi mampu membuka peluang pasar lebih luas bagi produk lokal serta meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pelaku usaha di daerah. (*)