Daerah
Pemkab Pelalawan Usulkan Rp 260,3 Miliar ke Pusat untuk Bangun Jalan Lingkar Pulau Mendol

Foto Dok. Istimewa (Net)
Beritariau.com, PELALAWAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan mengusulkan anggaran sebesar Rp260,3 miliar kepada pemerintah pusat untuk pembangunan dan peningkatan Jalan Lingkar Pulau Mendol sepanjang 25,8 kilometer di Kecamatan Kuala Kampar, Kabupaten Pelalawan, Riau.
Usulan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka keterisolasian wilayah, memperkuat konektivitas enam desa dan satu kelurahan, serta mendukung pengembangan kawasan sentra pangan yang memiliki potensi lahan pertanian sekitar 7.000 hektare.
Perjuangan pembangunan infrastruktur tersebut secara resmi telah disampaikan Pemkab Pelalawan kepada pemerintah pusat pada akhir Oktober 2026 melalui surat Bupati Pelalawan.
Pemerintah daerah berharap proyek strategis tersebut memperoleh dukungan pembiayaan melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dan/atau Dana Alokasi Khusus (DAK) Bidang Jalan Tahun Anggaran 2027/2028.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Pelalawan, Tengku Muhammad Syukran, S.Sos., M.E., mengatakan usulan pembangunan Jalan Lingkar Pulau Mendol telah disampaikan melalui surat resmi Bupati Pelalawan yang ditujukan kepada Menteri Sekretaris Negara Republik Indonesia.
"Usulan disampaikan langsung pada akhir Oktober lalu ke Kementerian Sekretariat Negara, kemudian ditembuskan kepada Menteri Keuangan RI, Menteri Koordinator PPN/Bappenas RI, Menteri Pekerjaan Umum RI, Menteri Pertanian RI, Ketua Badan Anggaran DPR RI, Anggota DPD RI Dapil Riau Abdul Hamid, dan Anggota DPR RI Dapil Riau Sewitri," ujar Syukran, Kamis (5/11/2026).
Usulan tersebut tertuang dalam Surat Bupati Pelalawan Nomor 900/Bappeda-Infrawil/2026/107 tertanggal 14 Oktober 2026. Dalam surat itu, Pemkab Pelalawan mengajukan dukungan anggaran untuk pembangunan jalan sepanjang 25,8 kilometer dengan total kebutuhan pembiayaan mencapai Rp260.300.000.000 atau Rp260,3 miliar.
Dalam surat usulan tersebut, Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM., menjelaskan bahwa Pulau Mendol di Kecamatan Kuala Kampar merupakan salah satu kawasan sentra pangan tanaman padi yang memiliki potensi lahan pertanian mencapai sekitar 7.000 hektare.
Kawasan ini dinilai mempunyai posisi penting dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN), khususnya penguatan ketahanan pangan nasional.
"Kawasan ini memiliki peran penting dalam mendukung Program Strategis Nasional (PSN) Ketahanan Pangan," tulis Bupati Zukri dalam surat tersebut.
Selain memiliki potensi pertanian yang besar, letak geografis Pulau Mendol yang berbatasan langsung dengan Kawasan Strategis Batam-Bintan-Karimun juga membuka peluang pengembangan produksi dan distribusi hasil pertanian.
Namun, besarnya potensi tersebut belum sepenuhnya ditunjang ketersediaan infrastruktur jalan yang memadai. Kondisi jalan yang mengalami kerusakan selama ini menjadi salah satu kendala dalam memperlancar mobilitas masyarakat, pengangkutan sarana produksi pertanian, serta distribusi hasil panen, terutama komoditas padi dan kelapa.
Syukran menjelaskan, Jalan Lingkar Pulau Mendol merupakan jalur konektivitas utama yang menghubungkan enam desa dan satu kelurahan. Keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi aktivitas masyarakat sekaligus mendukung pergerakan ekonomi di wilayah Kuala Kampar.
"Namun demikian, kondisi jalan saat ini mengalami kerusakan sehingga menghambat kelancaran arus orang dan barang," ungkapnya.
Terkait kesiapan perencanaan, Syukran menjelaskan bahwa Pemkab Pelalawan sebenarnya telah memiliki master plan pengembangan kawasan Pulau Mendol sejak sebelumnya.
Akan tetapi, untuk merealisasikan peningkatan infrastruktur jalan, pemerintah daerah kini lebih memfokuskan pada penyelesaian dokumen teknis berupa Detail Engineering Design (DED).
Dokumen tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan perencanaan pembangunan jalan memiliki kajian teknis dan kebutuhan konstruksi yang jelas sebelum pelaksanaan pekerjaan.
"Kalau untuk peningkatan jalan, yang kita cukupkan adalah DED. Secara umum master plan pengembangan Pulau Mendol sudah lama kita miliki. Sekarang kita fokuskan pada jalannya dan dokumen-dokumennya sudah kita siapkan," jelas Syukran.
Ia menegaskan, pengembangan Pulau Mendol tidak cukup hanya dengan membangun jalan. Kawasan tersebut harus direncanakan secara terintegrasi dengan sektor pertanian, mulai dari hulu hingga hilir.
Terlebih, kawasan sentra pangan Pulau Mendol telah ditetapkan dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Pelalawan. Kawasan tersebut juga berkaitan dengan pengembangan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
Dengan demikian, pembangunan infrastruktur jalan harus berjalan seiring dengan pengembangan kawasan pertanian, sehingga keberadaan jalan nantinya benar-benar memberikan manfaat terhadap produktivitas dan distribusi hasil pertanian masyarakat.
Tidak hanya pembangunan Jalan Lingkar Pulau Mendol, Pemkab Pelalawan juga terus memperjuangkan penanganan infrastruktur pengairan dan perlindungan kawasan pesisir.
Salah satu usulan yang menjadi perhatian adalah pembangunan dan penanganan tanggul di kawasan Sungai Upih dan Sungai Solok, yang merupakan bagian dari daerah irigasi rawa dengan kewenangan pemerintah pusat.
Pemerintah daerah turut mengusulkan penanganan pantai serta pembangunan tanggul sepanjang kurang lebih 18 kilometer di kawasan tersebut.
Syukran menyebutkan, kebutuhan penanganan tanggul dan kawasan pantai tetap menjadi perhatian pemerintah daerah dalam koordinasi dengan kementerian terkait. Namun, dalam upaya yang sedang diperjuangkan saat ini, prioritas utama diarahkan pada dukungan pembangunan Jalan Lingkar Pulau Mendol.
Terkait spesifikasi konstruksi jalan, ia menyampaikan bahwa peningkatan jalan kemungkinan menggunakan konstruksi beton semen atau rigid pavement. Meski demikian, kepastian jenis konstruksi masih perlu dikonfirmasi kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), karena penyusunan DED berada di bawah kewenangan dinas tersebut.
Di tengah perjuangan memperoleh dukungan anggaran pemerintah pusat, Pemkab Pelalawan juga telah melakukan langkah awal pembangunan secara bertahap melalui APBD.
Salah satu progres yang telah dikerjakan adalah penimbunan badan jalan dari Sungai Solok menuju Sungai Upih dengan panjang kurang lebih enam kilometer.
Pekerjaan tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan aksesibilitas masyarakat sekaligus mempersiapkan infrastruktur pendukung kawasan sentra pangan Pulau Mendol.
Syukran mengatakan, pemerintah daerah tidak hanya menunggu realisasi bantuan dari pemerintah pusat. Upaya pembangunan tetap dilakukan sesuai kemampuan keuangan daerah, sembari terus memperjuangkan dukungan anggaran dari APBN.
"Kita terus menginisiasi melalui pengelolaan jalan. Dari Sungai Solok ke Sungai Upih sekarang sudah terbangun penimbunan jalan kurang lebih enam kilometer. Minimal dari APBD kita lakukan penimbunan, kemudian nantinya kita berharap ada dukungan APBN untuk penimbunan sekaligus meningkatkan kualitas jalan," jelasnya.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat dibutuhkan untuk mempercepat peningkatan kualitas infrastruktur tersebut. Namun, pengajuan anggaran harus melalui proses dan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.
Pemkab Pelalawan juga menyadari bahwa pembangunan infrastruktur melalui program pemerintah pusat harus bersaing dengan berbagai usulan dari daerah lain. Karena itu, pemerintah daerah akan terus melakukan koordinasi dan memperjuangkan kebutuhan pembangunan Pulau Mendol.
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Pelalawan, Irham Nisbar, ST., MT., mengatakan pembangunan Jalan Lingkar Pulau Mendol diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kecamatan Kuala Kampar.
Menurutnya, peningkatan infrastruktur tersebut bukan hanya berkaitan dengan pembangunan fisik jalan, tetapi juga memiliki dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya sektor pertanian.
Dengan kondisi jalan yang lebih baik, mobilisasi sarana produksi pertanian dan pengangkutan hasil panen diharapkan dapat berjalan lebih lancar. Hal ini juga berpotensi mendukung peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani.
"Jika terwujud maka dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, mendukung peningkatan produktivitas serta kesejahteraan petani, dan memperkuat ketahanan pangan daerah sebagai bagian dari kontribusi terhadap ketahanan pangan nasional yang saat ini menjadi program Presiden Prabowo," pungkasnya.
Perjuangan Pemkab Pelalawan untuk mendapatkan dukungan anggaran pembangunan Jalan Lingkar Pulau Mendol mendapat sambutan positif dari masyarakat Kuala Kampar.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Forum Masyarakat Kuala Kampar (FMKK), Hamdani, menyebutkan pembangunan jalan lingkar tersebut merupakan harapan lama masyarakat yang selama ini menantikan pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Pulau Mendol atau Penyalai.
Menurutnya, pembangunan jalan lingkar menjadi kebutuhan mendasar karena berkaitan langsung dengan kelancaran mobilitas masyarakat dan perkembangan ekonomi wilayah.
"Ini rencana yang ditunggu-tunggu masyarakat Kuala Kampar. Jalan lingkar adalah impian, selain listrik 24 jam yang sudah dimulai. Jika jalan ini jadi maka Penyalai akan maju, karena mobilitas masyarakat jadi lancar," harap Hamdani.
Ia mengatakan, masyarakat kini menantikan konsistensi Pemkab Pelalawan dalam memperjuangkan usulan pembangunan tersebut hingga mendapatkan dukungan dan realisasi dari pemerintah pusat.
Bagi masyarakat Pulau Mendol-Penyalai, Kecamatan Kuala Kampar, jalan bukan sekedar infrastruktur penghubung antardesa. Lebih dari itu, jalan merupakan kebutuhan mendasar untuk menggerakkan perekonomian, memperlancar aktivitas sosial, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
FMKK berharap usulan pembangunan Jalan Lingkar Pulau Mendol tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan maupun pengajuan anggaran semata, tetapi benar-benar diperjuangkan hingga masuk dalam prioritas pembangunan dan direalisasikan.
"Pembangunan Jalan Lingkar Pulau Mendol diharapkan tidak berhenti sebagai usulan di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi prioritas pembangunan yang direalisasikan dan diperjuangkan. Kami masyarakat Pulau Mendol siap maju dan berjuang bersama-sama," tutupnya.
Besarnya potensi pertanian, kebutuhan konektivitas antardesa, serta dukungan masyarakat menjadi alasan penting bagi percepatan pembangunan Jalan Lingkar Pulau Mendol. Kini, realisasi usulan Rp260,3 miliar tersebut menjadi salah satu harapan masyarakat Kuala Kampar untuk mendorong pemerataan infrastruktur sekaligus memperkuat posisi Pulau Mendol sebagai kawasan sentra pangan di Kabupaten Pelalawan.
Rezky FM

