Tim Dayung Kuansing Diundang Berlaga di India, Bawa Misi Promosikan Pacu Jalur

Beritariau.com, KUANSING – Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), Riau, mendapat undangan khusus untuk mengirimkan Tim Dayung Dragon Boat mengikuti ajang internasional Mahanadi Boita Race di Odisha, India, pada 28–29 November 2026.
Kesempatan ini menjadi peluang bagi Kuansing untuk memperkenalkan potensi olahraga sekaligus mempromosikan tradisi Pacu Jalur ke tingkat internasional.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuansing, H. Muklisin, menyambut baik undangan tersebut. Ia bersama Asisten III Setda Kuansing Azhar, sejumlah kepala OPD, dan Ketua KONI Kuansing Andi Cahyadi menemui Duta Besar India untuk Indonesia, Shri Sandeep Chakravorty, di Jakarta.
Muklisin mengapresiasi perhatian Pemerintah India yang memberikan kesempatan kepada Kuansing untuk tampil di ajang internasional.
"Kami sangat mengapresiasi perhatian Pemerintah India terhadap Indonesia, khususnya Kabupaten Kuantan Singingi. Ini menjadi kebanggaan sekaligus kesempatan bagi kami untuk memperkenalkan budaya dan potensi daerah Kuansing di tingkat internasional," ujar Muklisin.
Duta Besar India, Shri Sandeep Chakravorty, turut mengapresiasi antusiasme Pemerintah Kabupaten Kuansing dalam menyambut undangan tersebut.
Ketua KONI Kuansing, Andi Cahyadi, mengatakan undangan disampaikan melalui Kedutaan Besar India pada 2 November 2026. Kuansing diminta menyiapkan 22 atlet dayung dari PODSI Kuansing untuk bertanding pada nomor 200 meter, 500 meter, dan 1.000 meter di Sungai Mahanadi.
"Kuansing akan mewakili Indonesia dalam cabang Dragon Boat di Odisha, India. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi daerah dan dunia olahraga Kuansing," kata Andi, Rabu (4/11/2026).
Panitia penyelenggara menanggung biaya pengurusan paspor, akomodasi hotel, serta tiket pesawat pulang-pergi bagi atlet dan ofisial.
Andi menegaskan, keikutsertaan tim tidak hanya berorientasi pada prestasi olahraga, tetapi juga menjadi kesempatan memperkenalkan Pacu Jalur sebagai warisan budaya dan identitas masyarakat Kuansing kepada dunia.
"Kami juga akan memanfaatkan momentum ini untuk mempromosikan tradisi Pacu Jalur agar semakin dikenal masyarakat internasional," tutupnya. (*)

