422 Atlet dari 12 Kabupaten/Kota Berlaga di Kejurprov PBSI Riau 2026

Beritariau.com, Dumai -- Sebanyak 422 atlet bulu tangkis dari 12 kabupaten dan kota di Provinsi Riau ambil bagian dalam Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Riau 2026. Ajang ini menjadi panggung bagi para atlet untuk menguji kemampuan, menunjukkan hasil pembinaan, sekaligus memburu prestasi di tingkat provinsi.
Kejuaraan tersebut resmi dibuka Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, di Gelanggang Olahraga KKNP, Rabu (28/10/2026). Pemerintah Kota Dumai menyambut penyelenggaraan kompetisi ini sebagai bagian dari upaya mendorong kemajuan olahraga, khususnya cabang bulu tangkis, di Provinsi Riau.
Dengan melibatkan ratusan atlet dari berbagai daerah, Kejurprov PBSI 2026 diharapkan menjadi kesempatan bagi para peserta untuk menambah jam terbang dan mengukur hasil latihan yang telah dijalani. Kompetisi ini juga menjadi ruang bagi atlet-atlet muda untuk memperlihatkan potensi dan kemampuan terbaik mereka.
Sejumlah kelompok usia dipertandingkan dalam kejuaraan tersebut, mulai dari usia dini, anak-anak, pemula, remaja, hingga taruna, baik putra maupun putri. Setiap kelompok mengikuti pertandingan nomor tunggal dan ganda sesuai kategori yang diperlombakan.
Dalam sambutannya, Sugiyarto menyampaikan apresiasi kepada PBSI Provinsi Riau serta seluruh pihak yang telah mempercayakan Kota Dumai sebagai tuan rumah Kejurprov PBSI 2026.
“Pemerintah Kota Dumai menyambut baik pelaksanaan Kejurprov PBSI 2026 ini. Kami berharap kejuaraan ini dapat menjadi wadah bagi para atlet untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya, menambah pengalaman bertanding, serta melahirkan atlet-atlet bulu tangkis berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah,” ujarnya.
Menurut Sugiyarto, kejuaraan tidak semata-mata menjadi ajang untuk mengejar kemenangan. Lebih dari itu, pertandingan harus dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran, pengembangan kemampuan, serta pembentukan karakter atlet.
Ia mengingatkan seluruh peserta agar menjaga sportivitas dan semangat persaudaraan selama bertanding. Disiplin, kejujuran, serta rasa hormat terhadap lawan, kata dia, merupakan nilai penting yang harus dijunjung tinggi oleh setiap atlet.
“Kepada seluruh atlet, bertandinglah dengan penuh semangat, percaya diri, dan tetap menjunjung tinggi sportivitas. Jadikan kejuaraan ini sebagai kesempatan untuk belajar, mengembangkan kemampuan, dan menunjukkan hasil latihan selama ini. Menang atau kalah merupakan bagian dari pertandingan, tetapi semangat dan perjuangan harus selalu menjadi kebanggaan,” tambahnya.
Sugiyarto berharap Kejurprov PBSI Riau 2026 dapat memberikan dampak positif terhadap pembinaan bulu tangkis di daerah. Melalui kompetisi yang berjenjang, atlet-atlet potensial diharapkan memperoleh pengalaman dan kesempatan untuk terus berkembang hingga mampu bersaing pada tingkat yang lebih tinggi.
Penyelenggaraan kejuaraan ini juga diharapkan memperkuat komitmen seluruh pemangku kepentingan dalam membangun olahraga bulu tangkis di Riau, mulai dari pembinaan usia dini hingga pengembangan atlet berprestasi.
Pembukaan Kejurprov PBSI Riau 2026 turut dihadiri Ketua KONI, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD), Ketua KKNP, sponsor, jajaran pengurus PBSI Provinsi Riau, wasit, serta panitia penyelenggara.
Melalui ajang ini, Kota Dumai menjadi salah satu pusat persaingan atlet bulu tangkis Riau, sekaligus ruang bagi lahirnya bibit-bibit unggul yang diharapkan mampu membawa nama daerah ke tingkat nasional. (*)

