Juventus Tumbang 0-2 di Markas Genoa, Dua Gol Babak Pertama Jadi Petaka Bianconeri

Juventus Tumbang 0-2 di Markas Genoa, Dua Gol Babak Pertama Jadi Petaka Bianconeri

Pemain Genoa, Vitinha (kiri), berebut bola dengan pemain Juventus, Pierre Kalulu, dalam pertandingan Serie A, Kamis (29/10/2026). (c) Tano Pecoraro/LaPresse via AP

Beritariau.com, Italia -- Juventus pulang dengan tangan hampa setelah menelan kekalahan 0-2 dari Genoa pada pekan kesembilan Serie A 2026/2027. Bermain di Stadion Luigi Ferraris, Kamis (29/10/2026) dini hari WIB, Bianconeri tak mampu membendung agresivitas tuan rumah dan harus menerima kenyataan tertinggal dua gol sejak babak pertama.

Genoa tampil berani di hadapan pendukungnya sendiri. Kingsley Ehizibue membuka keunggulan pada menit ke-12, sebelum Tommaso Baldanzi menggandakan skor menjelang menit ke-30. Dua gol tersebut menjadi pembeda dalam pertandingan yang memperlihatkan kesulitan Juventus mengembangkan permainan dan memaksimalkan peluang.

Meski berusaha bangkit setelah turun minum, Juventus gagal menemukan jalan untuk membobol gawang Genoa. Sejumlah peluang yang tercipta tak mampu dikonversi menjadi gol, sementara tuan rumah tampil disiplin dalam menjaga keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Kekalahan ini menjadi hasil mengecewakan bagi Juventus yang tengah berusaha menjaga persaingan di papan atas. Bianconeri kini berada di peringkat kedelapan klasemen sementara dengan koleksi 14 poin dari sembilan pertandingan. Hasil tersebut sekaligus menjadi kekalahan ketiga mereka di Serie A musim ini.

Sebaliknya, kemenangan membawa Genoa naik ke posisi ke-13 dengan raihan 10 poin. Tambahan tiga angka itu menjadi modal penting bagi tuan rumah untuk memperbaiki posisi sekaligus menjauh dari ancaman zona degradasi.

Ehizibue Buka Keunggulan, Baldanzi Gandakan Skor

Genoa langsung mengambil inisiatif serangan sejak menit-menit awal. Tuan rumah tidak membiarkan Juventus leluasa menguasai permainan dan terus mencari celah di pertahanan tim tamu.

Tekanan Genoa akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-12. Tommaso Baldanzi mengirimkan umpan mendatar dari sisi kiri yang berhasil disambut Kingsley Ehizibue di dalam kotak penalti.

Tembakan Ehizibue sempat mengenai Andrea Cambiaso sebelum bola meluncur masuk ke gawang Juventus. Gol tersebut membawa Genoa unggul 1-0 dan membakar semangat para pemain tuan rumah untuk terus menekan.

Juventus berusaha merespons dengan membangun serangan, tetapi permainan mereka belum berjalan efektif. Genoa justru mampu memanfaatkan sejumlah kesalahan lawan untuk menciptakan ancaman lanjutan.

Menjelang menit ke-30, Genoa kembali menghukum pertahanan Bianconeri. Berawal dari kegagalan Pape Matar Sarr menyapu bola panjang, Vitinha melakukan penetrasi ke kotak penalti sebelum bola liar jatuh ke kaki Baldanzi.

Gelandang serang tersebut kemudian melepaskan tembakan dari jarak dekat. Bola kembali berubah arah setelah mengenai Gleison Bremer, membuat upaya pertahanan Juventus gagal mencegah gol kedua Genoa.

Skor berubah menjadi 2-0. Keunggulan itu membuat Genoa semakin percaya diri, sedangkan Juventus harus menghadapi tekanan untuk mengejar ketertinggalan sebelum pertandingan memasuki babak kedua.

Juventus sebenarnya memiliki kesempatan untuk memperkecil selisih gol menjelang turun minum. Namun, Pierre Kalulu gagal memaksimalkan peluang emas yang diperolehnya.

Hingga jeda pertandingan, Genoa tetap unggul dua gol. Juventus pun memasuki ruang ganti dengan pekerjaan berat untuk memperbaiki efektivitas serangan dan mengatasi solidnya permainan tuan rumah.

Juventus Menekan, Genoa Bertahan Disiplin

Memasuki babak kedua, Juventus mencoba meningkatkan tempo permainan. Tim tamu tampil lebih agresif demi mengejar ketertinggalan, tetapi upaya tersebut belum cukup untuk meruntuhkan pertahanan Genoa.

Tuan rumah tetap mampu memberikan perlawanan melalui serangan balik. Bahkan, Genoa beberapa kali memperoleh kesempatan untuk memperbesar keunggulan ketika Juventus mulai mengambil risiko dengan mendorong pemain ke depan.

Leo Ostigard nyaris mencetak gol tambahan melalui sundulan, tetapi bola melambung tipis di atas mistar gawang. Vitinha juga memperoleh peluang untuk menambah keunggulan Genoa, namun penyelesaiannya masih melenceng dari sasaran.

Juventus kemudian berusaha meningkatkan tekanan pada pertengahan babak kedua. Mereka mencoba memanfaatkan situasi bola mati untuk membuka peluang memperkecil ketertinggalan.

Salah satu kesempatan terbaik datang melalui sundulan Gleison Bremer setelah situasi sepak pojok. Sayangnya, bola kembali melambung tipis di atas mistar.

Peluang tersebut menggambarkan masalah yang dihadapi Juventus sepanjang pertandingan. Mereka mampu menciptakan beberapa kesempatan, tetapi penyelesaian akhir yang kurang akurat membuat setiap peluang terbuang percuma.

Di sisi lain, Genoa tampil disiplin dalam menjaga organisasi pertahanan. Para pemain tuan rumah mampu mengantisipasi tekanan Juventus dan mempertahankan keunggulan tanpa memberikan kesempatan bagi lawan untuk mengubah jalannya pertandingan.

Juventus Harus Bangkit Jelang Hadapi Napoli

Hingga peluit panjang dibunyikan, Juventus tidak mampu mencetak gol balasan. Genoa pun mengamankan kemenangan 2-0 sekaligus mengakhiri catatan enam pertandingan tanpa kemenangan dalam pertemuan langsung melawan Bianconeri.

Hasil ini menjadi pukulan bagi Juventus yang harus segera membenahi performa, terutama dalam hal penyelesaian akhir dan konsistensi permainan. Kehilangan poin dalam pertandingan seperti ini berpotensi menyulitkan langkah mereka untuk bersaing di papan atas Serie A.

Tantangan berikutnya pun tidak ringan. Juventus dijadwalkan menjamu Napoli pada Senin (2/11/2026) pukul 02.45 WIB.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan bagi Bianconeri untuk merespons kekalahan dari Genoa dan kembali ke jalur kemenangan. Namun, mereka perlu menunjukkan permainan yang lebih tajam serta mengurangi kesalahan di lini belakang jika tidak ingin kembali kehilangan poin penting.

Sementara itu, Genoa bisa menikmati kemenangan berharga di hadapan pendukung sendiri. Hasil positif ini diharapkan menjadi titik awal kebangkitan mereka setelah melewati periode sulit dalam pertemuan melawan Juventus. (*)