Kuliah Umum di UMRI, Mentan Amran Tekankan Pentingnya Karakter dan Keberanian Meraih Cita-cita

Beritariau.com, Pekanbaru -- Menteri Pertanian (Mentan) RI sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman, mengajak mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) untuk berani memiliki cita-cita besar dan membangun karakter sebagai bekal menghadapi masa depan.
Pesan tersebut disampaikan Amran saat memberikan kuliah umum dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) UMRI, Kamis (17/9/2026).
Di hadapan mahasiswa baru, Amran menegaskan bahwa keberhasilan tidak cukup hanya bermodalkan mimpi. Menurutnya, cita-cita harus diwujudkan melalui keberanian untuk memulai, konsistensi dalam berusaha, serta kedisiplinan dalam menjalani setiap proses.
Ia menyebut, langkah pertama dalam mengejar kesuksesan kerap menjadi bagian yang paling sulit. Namun, setelah seseorang berani memulai, tantangan berikutnya adalah mempertahankan semangat dan ketekunan hingga tujuan yang ingin dicapai dapat terwujud.
“Kalau mau menjadi besar, harus bermimpi besar. Kemudian bertindak, Anda bertindak dan Anda memulai, jangan ragu-ragu, kemudian persistent, ujungnya adalah sukses,” ujar Amran.
Amran menggambarkan perjalanan menuju kesuksesan bukan sebagai proses singkat. Setiap mahasiswa, katanya, memiliki kesempatan untuk menentukan arah masa depannya, tetapi kesempatan tersebut harus diikuti keberanian mengambil langkah dan kemampuan bertahan ketika menghadapi kegagalan.
“Bermimpi itu gampang, memulai itu sulit, bertahan lebih sulit lagi,” katanya.
Karena itu, Amran meminta mahasiswa tidak menjadikan kegagalan sebagai alasan untuk berhenti mengejar cita-cita. Menurut dia, karakter seseorang justru terbentuk melalui proses menghadapi tantangan, menjaga kedisiplinan dan tetap berusaha ketika menemui kesulitan.
Selain persoalan pendidikan dan kesuksesan, Amran mengingatkan mahasiswa mengenai pentingnya menjaga hubungan dengan orang tua serta memegang teguh nilai moral dalam kehidupan.
Ia berpesan agar mahasiswa tidak melakukan tindakan yang dapat melukai hati orang tua selama menjalani pendidikan maupun ketika nantinya terjun ke tengah masyarakat.
Amran juga mengingatkan mahasiswa untuk tidak mengambil hak orang lain. Menurutnya, tindakan tersebut bukan hanya merugikan pihak lain, tetapi juga dapat merusak karakter dan mengganggu perjalanan seseorang dalam membangun masa depan.
“Dan jangan mengambil hak orang lain, karena akan merusak semuanya, merusak karakter kalian,” tegasnya.
Momentum PKKMB, lanjut Amran, harus dimanfaatkan mahasiswa sebagai titik awal untuk mempersiapkan diri menghadapi masa depan. Kehidupan kampus tidak hanya menjadi ruang untuk memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga tempat membentuk sikap, kedisiplinan dan karakter.
Ia pun menitipkan pesan kepada para dosen UMRI agar tidak hanya memberikan pengetahuan kepada mahasiswa, tetapi turut membimbing mereka menjadi pribadi yang disiplin dan memiliki karakter kuat.
“Untuk dosen, ajari anak kita dengan baik, disiplin, agar tumbuh dengan baik, berikan PR yang banyak,” kata Amran.
Menutup kuliah umumnya, Amran mengajak mahasiswa baru UMRI memiliki kepedulian terhadap pertanian, lingkungan dan bangsa. Ia menilai generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan arah masa depan Indonesia.
“Anak-anak cintai pertanian, cintai lingkungan, cintai negara kita bersama,” tutupnya. (*)

