Ubah Limbah Jadi Bernilai, Politeknik Kampar Kenalkan Mesin Crusher untuk UMKM FIOSA

Beritariau.com, Bangkinang -- Politeknik Kampar memperkenalkan teknologi mesin crusher kepada UMKM FIOSA, salah satu produsen fillet ikan patin di Riau. Inovasi tersebut dihadirkan untuk membantu mengatasi persoalan limbah hasil produksi sekaligus membuka peluang pemanfaatan limbah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis.
Pengenalan teknologi ini dilakukan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Peningkatan Efisiensi Pengolahan Limbah Fillet Ikan Patin untuk Meningkatkan Kemandirian Usaha”.
Program tersebut didanai Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melalui Program Pemberdayaan Berbasis Masyarakat Tahun Anggaran 2026.
Mesin crusher yang diperkenalkan berfungsi menghancurkan sekaligus memotong limbah tulang dan sisa daging ikan patin menjadi partikel berukuran lebih kecil.
Pengecilan ukuran tersebut menjadi tahap penting untuk mempermudah proses pengolahan lanjutan. Limbah yang telah dihancurkan dapat diarahkan untuk berbagai kebutuhan, termasuk bahan pakan maupun produk turunan lain berbahan dasar limbah ikan.
Bukan Sekadar Serahkan Mesin
Ketua Tim PkM Politeknik Kampar, Anna Dhora, S.TP., M.P., mengatakan program tersebut tidak hanya berorientasi pada pemberian bantuan berupa unit mesin kepada pelaku UMKM.
Menurutnya, hal yang lebih penting adalah memastikan mitra mampu menguasai teknologi tersebut secara mandiri, mulai dari pengoperasian, perawatan, hingga pemanfaatannya dalam kegiatan produksi.
"Program ini kami arahkan agar mitra tidak hanya menerima unit mesin, tetapi juga menguasai cara mengoperasikan, merawat, dan memanfaatkannya dalam kegiatan usaha. Pendampingan berkelanjutan menjadi kunci agar teknologi ini berdampak nyata," ujar Anna.
Sebelum menentukan teknologi yang digunakan, Tim PkM terlebih dahulu melakukan studi dan identifikasi kebutuhan di lapangan.
Tim menganalisis pola produksi UMKM FIOSA, termasuk kapasitas limbah yang dihasilkan setiap pekan, kesiapan sumber daya manusia, hingga berbagai kendala teknis yang selama ini dihadapi pelaku usaha.
Dari hasil identifikasi tersebut, mesin crusher dipilih sebagai teknologi yang dinilai paling sesuai untuk membantu menyelesaikan persoalan limbah produksi.
Pelaku UMKM Diberikan Pelatihan
Tidak berhenti pada penyediaan mesin, Tim PkM Politeknik Kampar juga memberikan sosialisasi dan pelatihan kepada pelaku UMKM FIOSA.
Pelatihan mencakup cara mengoperasikan mesin hingga praktik langsung bersama pelaku usaha. Pendampingan kemudian dilanjutkan melalui pemantauan secara berkala.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan mesin dapat digunakan secara efektif sekaligus membantu mitra ketika menghadapi kendala teknis selama proses pengoperasian.
Pihak UMKM FIOSA menyambut positif kehadiran teknologi tersebut. Mesin crusher dinilai dapat membantu memangkas waktu penanganan limbah basah yang selama ini menjadi salah satu persoalan dalam menjaga kebersihan lingkungan produksi.
Melalui program tersebut, Politeknik Kampar menunjukkan komitmennya untuk menghadirkan teknologi tepat guna yang dapat menjawab kebutuhan dunia usaha lokal.
Pemanfaatan mesin crusher diharapkan tidak hanya membantu mengurangi persoalan limbah produksi, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah ikan patin menjadi bahan yang memiliki nilai tambah.
Pada akhirnya, penerapan teknologi tersebut diharapkan dapat mendorong UMKM FIOSA bekerja lebih efisien, produktif, dan berkelanjutan. (*)

